Monday, 26 June 2023

Kadang kala ada rasa bingung dengan rasa yg lewat sekejab saja, seperti hampa entah apa yg ada. Aku ibu dua anak dengan suami yg super duper pengertian dalam segala hal. Membebaskan semua keinginan asal tidak diluar jalur batasan. 
Aku ibu dua anak tanpa kesibukan, setiap hari hanya bergelut dengan kegiatan rumah. Yah... Healing tetaplah... 
Alhamdulillah, sandungan tetap ada namanya kehidupan. Namun, sejauh ini tetap pada jalurNya sehingga tetap mampu berjalan dengan semua lika likunya. Rasanya ingin kembali ke dunia maya tp entah tangan kilu untuk memulai... 

Sunday, 4 September 2022

Munajat malam ini adalah tentang hati yang masih merasa hampa dan kosong. Entah karena kurangnya bersyukur atau selalu menuntut ingin yang lebih dan lebih. 
Adakalanya tiba-tiba air mata ingin menetes tanpa diharapkan, ingin menjerit meluapkan segala resah yang entah timbul darimana. 

Saturday, 3 September 2022

Semangat pagi, kehidupan terus berjalan, roda terus berputar. Tak ada yg ingin ia berada dibawah, namun tak ada pula yg mampu melawan takdir. Semua ingin yg terbaik versi masing- masing, tapi tetaplah garis ilahi yg menentukan. Dari kesusahan kita belajar berjuang,  bangkit dan keluar dari belenggunya. Adakalanya Tuhan rindu kita bermunajat tersedu-sedu. Karena Ia sadar bahwa kita hamba yg tak tau diri. Meminta bila perlu dan lupa bila sebaliknya. 

Friday, 2 September 2022

Selalu nangis kalau liat status orang bisa sampek raudhah.. Bisa sowan ke makam njeng nabi... Bahkan pernah sampek kebawa mimpi... MasyaAllah seneng banget walau lewat mimpi bisa sowan ke makan njeng nabi... Masih ingat betul.. Malem sebelum tidur liat status di ig orang yg lagi sowan ke makam jeng nabi.. Sambil terisak2 baca sholawat sampek tertidur dan qodarullah bisa bermimpi menangis didepan makam jeng nabi, bahkan ketika bangun masih terbawa tangis..  

Hamba sadar gusti, hamba org dengan lautan dosa. Hamba sadar gusti mungkin kebaikan hamba sangat tak sebanding dengan keburukan hamba... Tapi hamba mohon ijinkan hamba bisa membawa kedua orang tua hamba sowan dateng grione panjenengan... Aamiin

Tuesday, 2 August 2022

Aku dengan segala rasa lelahku, seringkali merasa ingin menyerah dengan keadaan. Naif jika tak ada iri karena ada mata yang mengamati sekitar. Kadang kala ia mampu abai tapi kadang kala pula ia hanyut sehingga membawa hati tamak akan semuanya. 

Ah.. Tuhan, maafkan hamba yang sering kali ingkar antara mata dan hati yang tak sehati, mulut yang tak singkron. 

Mungkin Aku lalai sehingga membuatku masih kurang bersyukur dengan semuanya. 
Mungkin banyak salahku sehingga membuatku semakin menjauh bukan mendekat. 

Maafkan Aku Tuhan... 

Sunday, 20 February 2022

Selamat pagi mentari! 
Hay! Apa Kau baik-baik saja hari ini? Hidup tak melulu tentang cinta yang penting bahagia. Dimana letak kebahagiaan kalian? Coba cari dan jika sudah ketemu nikmati... Meski 99% bahagia karena cinta. Upss... 😁


Cinta tak melulu pada makluknya ya gays... 

Saturday, 19 February 2022

Malam, Aku hanya ingin bertanya padamu, salahkah Aku jika berharap lebih pada satu hal. Terkadang terasa penat, lelah dengan semua tp apalah daya, bukankah seorang ibu harus kuat untuk anak-anaknya. 

Ketika Aku berjalan diatas duri, seringkali merasa ingin kembali bahkan ingin cukup sampai disini. Tapi apa yang akan Aku bawa jika menyerah tanpa bekal apapun. 

Mereka harus lebih baik dari kami orang tuanya. Jika suatu saat kau menemukan tulisan ini sayang. Umi berharap kalian sudah menjadi kebanggan seperti apa yang abi dan umi inginkan. Kami menyayangimu... Kami mencintaimu karena Allah. 

Sunday, 23 January 2022

Bukannya tidak mau menjalin silaturahmi, tp lebih tepatnya menjaga. Apa suami melarang? "TIDAK"
Batasan ada pada diri sendiri. Kita tidak pernah tau bagaimana perasaan pasangan kita, yang terpenting sekarang dan kedepan bukan masa lalu. 
First, just say hello but we don't know after that.... Right??
Sebagai seorang istri sudah menjadi kewajiban menjaga diri, jika tidak mau disakiti maka jangan menyakiti. Setidaknya Kita berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk pasangan Kita. Karena ridho suami adalah hal yang sangat utama bagi seorang istri. 
Satu hal yang aku takuti sekarang adalah kematian. Aku takut ketika ia datang amalku belum siap, aku takut ia datang ketika keadaanku sedang kotor dan aku takut ketika Ia datang anak-anakku masih membutuhkanku untuk mendampinginya. Setidaknya Tuhan aku mohon padamu, matikan aku dengan keadaan husnul khotimah, matikan aku ketika anak-anakku sudah benar-benar mampu berdiri sendiri tanpa adanya aku. Sungguh Aku tidak mampu membayangkan, adakah yang menyayangi mereka melebihi Aku Ibunya. 

Lindungi Kami

Aku berdoa Allah selalu melindungi pernikahan Kita. Tetap dijaga iman dan takwa kita sehingga jalan kita tetap lurus dengan satu tujuan ridhoNya. 
Ku titipkan engkau dimanapun berada. Agar selalu dijaga olehNya. Harapanku Kau mampu menjaga mata, hati serta lisanmu agar tak terjerumus dengan sesuatu yang dilarang oleh agama. Aku tau, aku egois namun aku pun sama. Akan selalu berusaha menjaga mata dan hatiku untuk tak berpaling sedikitpun darimu. Sayangku, adakalanya hati ini terkadang merasa takut, takut jika kau berpaling atau menyembunyikan sesuatu dariku. Entah itu sekecil apapun itu, kuharap semua dibicarakan baik-baik. Kau tau sayang? Mengetahui sesuatu perkara yang berhubungan denganmu dari orang lain atau bahkan aku menjadi orang yang kesekian yang tau tentang apa pun,  itu sangan menyakitkan bagiku. Entah firasat atau curiga terkadang kami wanita bisa merasa dari tingkah lakumu yang mulai berbeda. Sungguh terbukalah! Kumohon! Apapun itu. Aku sungguh menanti kau mampu bercerita panjang lebar tentang apapun itu kepadaku. Hatiku sungguh berbunga-bunga ketika Kau menceritakan kisah yang kau lalui diharimu. 
Robbi.. Kumohon jaga selalu suamiku, aku mencintainya karenaMu, aku bersatu dengannya pun karenaMu. Tenangkan hatinya, beri jalan keluar setiap masalahnya. Sungguh dalam diamku, Aku mampu merasakan beban yang ia rasakan. 

Sunday, 12 July 2020

Aku benci menangis dalam diam.. aku benci dengan semua harapan yang hanya semu belaka. Aku benci dengan semuanya... Aku sungguh menyesal berharap lebih dengan manusia. Aku sungguh menyesalkan cintaku yang terlalu besar hingga membuatku terlalu larut. Terlalu sakit jika sedikit saja tersakiti... 

Terkadang banyak hal sepele  yg dilupakan untuk membuat orang lain bahagia. Masalah dalam rumah tangga bukan lagi hal yang langka, semua pasti merasakannya. Namun, ketika ego yg didahulukan bukan harmonis yg didapat tp malah sebaliknya. Apa salahnya menyisakan sedikit waktu untuk mendengarkan pasangan, untuk saling mengoreksi dan melengkapi satu dengan yg lain. Ada yang perlu menyiram air ketika api mulai menyala. Harmonis itu diciptakan bukan timbul dengan sendiri ketika keduanya acuh dan mengandalkan ego masing-masing. Ketika ia terlihat murung coba peluk ia dan tanyakan, "ada apa?" Bukan malah berasumsi sendiri. 

Sunday, 28 June 2020

Kali ini Aku ingin menangis menghabiskan seluruh air mata, agar tak tersisa lagi. Entahlah! Entahlah! Entahlah! 
Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya, Aku lelah dengan semuanya, Aku bosan! Sungguh Aku ingin kali ini Kita duduk bersama, saling menjelaskan, saling menguatkan bukan malah menjauh. Aku sungguh berharap semua dirundingkan. Aku lelah. 

Tuesday, 23 June 2020

Entahlah! kadang Aku berfikir, apakah lantunan yang dibelakang Sana lebih merdu? atau cahayanya sangat terang? hingga Aku merasa Engkau masih saja menatapnya. Masih saja terasa sakit jika mengingat semua, sanggupkah Aku percaya? Air mata ini tetap saja mengalir, jika sepi menghampiri. Entah sampai kapan? 
Tuan, serasa semua lagu yang Kau putar seperti menggambarkan hatimu yang sangat ini bertemu dengannya, yang sangat merindukannya. Seperti hanya sedikit ruang yang terbuka untuk ku, atau Bahkan Tak Ada?? 
Jika memang iya, Aku mohon tetaplah seperti ini Karena Aku sungguh mencintai Dan menyayangimu. 

Wednesday, 15 April 2020

Miris sungguh sangat miris negeriku, 
Kuharap semua segera usai agar tak ada lagi sandiwara disana. 
Sebenarnya Aku tak perduli dengan apa yang mereka perbuat, tapi dilain sisi hati merasa sangat teriris jika menengok mereka yang seharusnya bekerja terpaksa menganggur karena yang terjadi kali ini. 
Sungguh tak bisa kubayangkan jika ramadhan kali ini semuanya tidak segera usai. 
Tak ada tarawih, tak ada sholat idul fitri.
Kau tau kebiasaan di desa kami, yang hanya ada ketika Romadhan tiba? Kebiasaan yang sangat Kami rindukan.
Sendau gurau bersama menanti adzan magrib berkumandang, ya... ngabuburit orang menyebutnya. 
Seruan puji-pujian menanti berkumpulnya orang-orang untuk jamaah tarawih, biasanya kami melafalkan niat puasa dengan nada,  sembari mengajarkan anak-anak agar mereka bisa. 
Gema ayat-ayat suci Al-Qur'an dari setiap surau, dilantunkan dengan bergantian. 
Dan Kau tau, ketika sahur tiba berbagai kreatifitas mereka keluarkan, keliling dari rumah ke rumah agar tidak ada yang terlupa untuk bersahur. Dilain sisi, dari masjid pasti terdengar sangat keras , "Sahur... sahur... sahur.." setiap berapa menit takmir masjid berseru mengingatkan waktu imsak.

Friday, 13 March 2020

Entah darimana mampu kuperoleh sabar, jika bukan hati yang menguatkan sendiri. Rasanya seperti ditampar, apakah Aku seperti itu? Bukankah hal normal jika Aku berkata ingin ini, ingin itu... sudahlah! Kau mampu nantinya, sabaar...

Wednesday, 26 February 2020

Kau tau?? 
Seorang istri akan mampu bertahan menemani lelaki walau Ia berada pada titik terbawahnya. Entah itu ekonomi atau yang lainnya. Tp seorang istri tidak akan mampu bertahan ketika Ia tau ada wanita lain dihati suaminya. Allah sungguh maha adil, menunjukan segala sesuatu yang memang bathil menurutnya. Mau disembunyikan diarea yang sangat tersembunyi pun, ketika Allah menakdirkan ditunjukkan tetap ditunjukan. Malam itu, tepat pukul 03.30, Aku terbangun hendak bersahur dan sholat tahajud. Ku tengok Hp suamiku, Aku memang terbiasa melihat semua chatnya, karena memang Ia bukan orang yang terbuka, menurutku hal wajar jika Aku ingin tau apa pun yang sudah Ia bincangkan dengan temannya. Jemariku tiba2 terus mengarah kebawah, hingga kutemukan satu pesan diarsipkan. "Mbak C"  tertera jelas nama dikontaknya. Aku semakin penasaran, kubuka pesan tersebut. 
Air mataku meleleh, terasa sesak rasanya. Aku semakin terisak, ketika membaca pesan yang ada didalamnya, 
"Perasaan ke sampean masih sama seperti dahulu mbak, cuma Aku kurang terima dengan takdir yang tidak adil." 
Dan yang membuat Aku semakin jengkel adalah balasan genit dari si perempuan tersebut. Bodohnya, Aku juga tau jika itu mantannya. Kuambil air wudlu, kemudian sholat. Kau tau? Air mataku sungguh tidak bisa berhenti menetes, rasanya sungguh benar-benar sakit. Ku kuatkan diriku agar tak menunjukan sedih pada anakku. Munajat kupanjatkan, Aku percaya malam ini, malam 1 rajab, malam mustajab. Dengan terisak, tak banyak yang ku minta malam itu, 
"Ya allah, tenangkan hati hamba.. tenangkan hati hamba... tenangkan hati hamba..." 
Hanya doa itu yang kupanjatkan, Aku tidak ingin memperlihatkan air mataku di depan semua. Semua karenaMu, jika bukan karenaMu tak mungkin Aku mampu mengetaui semuanya. Hariku hanya diam selepas itu, pikiran masih sangat kalut, Aku pasrah. Aku pasrah. Aku sungguh pasrah. Serasa lelah, sedangkan yang berbuat salah sama sekali tidak menyadari Ia salah. Ya Allah, ujian apa lagi ini. Aku mungkin bisa bertahan, walau dengan cacian mertua. Aku bisa bersabar dengan kondisi ekonomi yang memang sedang diuji, tapi apa mungkin Aku bisa bertahan jika suamiku mengatakan sayang dengan perempuan lain? Apa Aku hanya pelampiasan saja? Apa Aku tak dianggap ada? Apa Aku hanya Kau anggap istri, namun tak berhak atas hati? 
Aku sungguh tak mengira, ternyata Kau tidak sebaik yang kukira. Aku sungguh memujamu, Ku kira Kau orang yang baik berbeda dengan yang lain. Ku kira Kau orang yang benar-benar menghargai istrimu. Tapi ternyata.... 
Kau tau, bahkan Aku sangat membatasi diriku berkomunikasi dengan lawan jenis walau itu hanya sebatas chat. Karena Aku ingin menjaga rumah tangga kita, Aku ingin tetap harmonis. 
Hingga suatu malam, ku lampiaskan semuanya. Jengkelku, Dia hanya diam dan sama sekali tak merasa bersalah. Ku kira setelah malam itu Ia menghapus nomornya, tapi ternya hanya diganti namanya. Aku menghela nafas panjang dan berkata pada diriku sendiri, "Sudahlah! Biarkan saja, ada Allah yang maha segalanya."

Tuesday, 25 February 2020

Ketenangan itu diciptakan bukan dicari, segala sesuatu tergantung dari tekad didalam diri sendiri. Jika kau mampu, lawan! 

Kau tau bagaimana rasanya menjadi AKU?? 
Kali pertama mungkin Aku bisa diam, tp ini sudah yang ke dua kalinya, Haruskah Aku tetap diam??
Sekalipun Kau sembunyikan rapat-rapat, bahkan ditempat yang mungkin tak sanggup Aku jangkau, ingat ada Allah, yang bahkan menunjukannya dengan jalas... 

Wednesday, 18 December 2019

Sering kali merasa tersudutkan, antara harus memilih tawadlu atau hati yang merasa muak dengan situasi ini. Andai saja ... andai saja.... andai saja..... 
Bahkan terlalu banyak andai yang menggebu ingin segera tersampaikan. 
Pekalah.... mengertilah... coba pahami situasi yang harus Aku lalui setiap hari. Apa perlu menjadi Aku? biar Kau tau, jika semua ini tak mudah. 
Mungkin memang perlu, agar Kau mengerti gejolak yang kurasa. 

Saturday, 14 December 2019

Entah berapa lama telinga ini mampu mendengar, setiap bising yang berdengung sangat keras. bahkan tangan yang menutup dengan erat, serasa tak mampu untuk melirihkannya. 
Masihkah mampu bertahan berdiri jika masih saja seperti ini?
Adakalanya hati mampu menuturi diri, dilain sisi juga ada yang bosan berada pada situasi ini. 
 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template