Monday, 14 July 2014
Adiratna
Semerbak harum mewangi
menambah indah sang mentari
Manis parasnya
Elok rupanya
Sopan akhlaqnya
lembut tutur katanya
menggenggam butiran tasbih di tangannya
bisik-bisik suara tahmid merdu dari mulutnya
sungguh pantas kau dijuluki adiratna
Tenanglah!
"Tenanglah ! kenapa engkau marah? engkau bukan Tuhan engkau hanya manusia yang hampir memakan yang lainnya!"
ini kata gue dapet dari fb tim redaksi majalah, lupa gue namanya apa, yang jelas sedikit bisa buat obatlah saat kita marah, ada lagi kawan penenang kedua yang gue dapet dari post beliau
"Sayangi makhluk yang ada di bumi, niscya dzat yang menguasai langit akan menyayangimu!"
satu lagi yang ini bro,
" Perintahlah hamba-hamba Allah sesuai dengan kitabullah, hanya itu yang bisa membuat mereka dan dirimu menjadi lebih baik"
memang itu kata bisa buat adem kawan,ceritanya gini kawan ....
Ada seorang pemimpin yang apabila ia marah, ia kehilangan kontrol diri, sehingga untuk meminimalisie emosinya ia menulis di tiga lembar kertas. kerta itu lipat kemudian diserahkan ke pengawalnya yang selalu menyertainya, ibarat kata asisten pribadinyalah.
Ia berkata kepada pengawal pertama, "Apabila aku marah, sodorkan kertas ini."
"Apabila kemarahanku agak reda, sodorkan kertas ini." katanya kepada pengawal kedua.
Selanjutnya, ia berkata kepada bodyguard ketiga, "Apabila marahku reda, sodorkanlah kertas ini!"
dan apakah yang ditulis di kertas itu kawan?
di kertas itu ia menulis 3 kalimat di atas.
semoga jadi inspirasi buat kita kawan, terutama buat aku juga sih.
Disadur dari "Yuhka Anna", karya Dr. Anwar Wardah, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Abdul Halim, "Aku Ingat Dirimu Saat Aku Lupa Tuhanku", hlm. 206-207. Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam
Friday, 11 July 2014
Engkau
tidak ada asuransi
tidak ada jaminan inti
bahkan mungkin taruhkan nyali
karenamu kami mengerti bahkan memahami
indahnya jalan syurga ilahi
kau tuntun kami
kau bimbing kami kejalan yang di ridhoi
bahkan sering kami lari dari kenyataan ini
Kau ajarkan kami arti hidup ini
mengayuh kehidupan dengan ikhlas di sanubari
menyadari bahwa semua anugrah ilahi robbi
sebagai marka jalan adhini
menggapai berbagai mimpi
9 bulan kau bopong kami
kau cari rizki ilahi
untuk energi kami
Mak bapak
tanpamu kami tiada arti
Banyangmu
Terbias cahaya mentari
menyusuri indahnya karunia ilahi
entahlah,,,
hari kemarin hari ini
Masih tetap terlayang bayangmu dalam benakku
Ingin ku titipkan rindu ini
agar dapat kelam bersama senja di sore hari
Wednesday, 9 July 2014
Mungkinkah ini Cinta
Rasa yang menghiasi jiwa
nuansa islami yang lekat dalam hati
tetap tergoyah dengan duri
inilah insan yang berlumur lumpur
yang bersimbah dengan noda
sepi yang mengusik hati
mengingatkan akan satu ciptaan Ilahi
tidak dapat dipungkiri
hanya seperempat dari ketampanan Nabi Yusuf
sudah memikat jiwa yang sunyi
Mungkinkah ini Cinta
Robbi, yang maha agung
injinkan hamba untuk memantaskan jiwa ini
agar pantas untuk mendapat seseorang yang pantas
ganti cinta ini, dengan cintamu
dan jangan sampai cinta ini
menjadi benalu yang merusak cintaku kepadamu
Untukmu Muslimah
Berikhrar untuk menjadi muslimah sejati
sabar dengan berbagai nikmat ilahi
Alunan langkahmu adalah untuk-NYA
dengan tujuan utama Ridho-NYA
Akhlakmu sungguh mempesona dan menyejukan mata
Tutur bicaramu laksana gumpalan es
Mencairkan hati yang luka
Rautmu terhias dengan panduan agama
Malu perisaimu
Malu menjadi pakaian pribadimu
Wahai muslimah,,,
Betapa irinya aku denganmu
Bagaimana tidak???
kau wanita yang dirindu surga
Kehilanganmu laksana kehilangan Intan berlian di ujung penantian
kebaikanmu laksana kebaikan semesta
keburukanmu Robohnya tiang Agama
Wahai muslimah,,,
Tiada gelar tetinggi selain gelarmu
tiada pengorbanan tanpa hasil yang Haqiqi
Tidak akan sia-sia saudaraku
semua ada upahnya
Wahai muslimah,,,
Aku iri denganmu
kau laksana Cahaya yang senantiasa menerangi gelap gulita
Kau laksana Marka sebagai petunjuk siapa saja
senyummu, akhlakmu adalah kekuatanku
Bidadari surgapun iri karena mutiara yang terpendam dalam dirimu
Jati dirimu sesuci Fitrah Ilahi
disayang dan dicintai makhluk Ilahi
dirindu hati-hati yang mencintai Ilahi
Ya ukhti,,,
Aku sungguh iri denganmu
kedamaian dan ketentraman batin
terus terpancar pada jiwa yang memilih jalan Ilahi
jalan yang penuh dengan hadangan tentara abraham
jalan yang penuh dengan duri yang akan menusuk setiap hari
Namun itulah jalan Syurga Ilahi
Coretan Al-Kuds
sungguh Biadab kau, kau luncurkan lagi pelurumu
sungguh terbuat dari apakah hatimu
atau mungkin kau tak punya hati???
kau buldoser rumah-rumah
kau buldoser tempatku beribadah
Kemana dunia???,,, kemana kau???
kenapa hanya diam, kenapa hanya bungkam
kapan kita bersatu????
ketika saudara kita menangis darah
ketika saudara kita bertumpahan darah
taukah kalian??
ketika malam tiba muhammad kecil terbangun
dari mimpinya bukan karena alarm
tapi karena burung-burung yang berterbangan di angkasa
burung itu bukan dari Allah
tapi dari para Iblis yang keji dan bengis
Dia menangis dan berlindung dipelukan ibunya
" Tenanglah anak ku semua akan baik-baik saja" bisik sang mama.
Masih banyak muhammad yang lainnya
yang menangis, menjerit
tanpa ayah tanpa bunda
Masih banyak muhamad kecil lainnya
yang menyaksikan ayahnya mati dengan keji
mereka merengek, menangis
Masih banyak muhamad kecil lainnya
yang menyaksikan ayah bundanya berlimur darah
yang mati dipelukan ayah bundanya
"aina abi, Aina umi" Jeritnya
sudah makankah kau hari ini saudaraku???
Tenangnya surga Jaminanmu
bagaimana dengan Al-Aqsoku???
masihkah berdiri tegak???
masihkan tersisa mujahid yang menjagamu Al-Aqsoku
Allahu Akbar,Allahu akbar, Allahu Akbar
Masalah Al-Kuds bukanlah masalah bangsa arab atau palestina saja
tapi permasalahan bersama umat islam
dimanapun mereka berada
di belahan timur, barat, utara atau selatan
Al-Kuds adalah kota pertama umat islam
tempat dilahirkan nabi-nabi pilihan
kota ketiga yang diberkahi dan dimulyakan allah taala
dan tempat jihad fisabilillah
kini Al-Kuds telah dijelajahi oleh Zionis laknatullah
Ayyuhal Muslimun
Bahkan Al Aqso pun akan di robohkan
Dan apa yang terjadi jika Al-Aqso roboh???
Hari Akir itu tiba
kemana kita, haruskah mereka berjihad sendirian
Aku pun hanya bisa diam
dan hanya dapat mengoreskan tinta
air mata yang terus bertasbih memujimu Ya Allah
Demokrasi
Menyusuri jalan yang begitu sepi
semua sibuk pesta Demokrasi
Nomor satu atau dua
Mereka harapan bangsa
Ditanganmu kau gemgam arah bangsa
Mengubah asa menjadi bahagia
siapapun nantinya
semoga bukan uang tujuannya
5 detik untuk 5 tahun
ya,,,, 5 detik 5 tahun
jalan seperti air mengalir
tanpa harus memasang baru untuk menghadang
Indonesia negeri subur dengan berjuta-juta jiwa didalamnya
Kosongkan pikiran, ikhlaskan hati
langkahkan kaki ke TPS tujuan
Dari yang jelek hingga yang cantik ayo segera ke bilik
dan coblos yang terbaik
jadikan pemilu yang tanpa konflik
(Catatan sebelum berangkat ke TPS)
Tuesday, 8 July 2014
Coretan Hari ini
Laksana berada di hamparan padang yang luas
Berhembus angin kencang
Sepi, sunyi hampa menantikannya
Suratan yang tertulis di Lauh al-Mahfudz
Gudang rahasia yang tiada tau isinya
Serpihan rusuk yang masih disembunyikan
Kapan tersambungnya, tiada yang pernah tau
Di inginkan atau tidak, itu kuasanya
Kosong, itu yang dirasa sekarang
Hanya menanti mencapai ujungnya
Hasrat cinta….
hanya tuhan dan hambanya yang tau
Bisa mengotori bahkan bisa melimbah
Berharap kepastian yang melebihi kepastian
Robbi, sirami setiap harinya dengan nur mu
Agar tidak menabur benih cinta dijlan yang salah
Hingga waktunya tiba
Hingga kau jawab semua doaku
Hingga kau pertemukan aku dengan Kumbang
Yang melabukan cintanya untukmu. Aamiin…
Rindu
Malam semakin menyengat
Melayang-layang bayangmu dalam angan
Semilir angin menghantarkan ku ke lamunan yang semakin dalam
Membawa semu sebuah harapan
Mencoba menghapusmu dalam kenang
Taukah kamu???
Merindukanmu adalah hal yang menyakitkan
Mencoba berlari namun tak pasti
Kau hiasi sunyi ini dengan hadirmu
Yang sangat melukai
Andaikah kau abu
Mungkin kau sudah terhempas bersama angin
Robbi, Mungkinkah aku ada pada haluan yang salah
Adakah secercah lilin yang bisa manghantarkan aku kembali
Robbi, bisakah kau gantikan rindu ini berpaling ke engkau
jika tidak, jangan biarkan aku menduakanmu karenanya
Kirimkan lampion sebagai tanda ada aku menanti sapanya
Subscribe to:
Posts (Atom)



