Kali ini timbul celah untukmu, hadir lagi dalam anganku. Kau tawarkan cinta kepada Robb-Nya yang membuat iri si peminta. Kembali kau suguhkan yang indah dipandang mata. inilah manusia yang masih jauh tergolong syariat. Mata selalu menjadi senjata utama untuk mulut mencela, mata selalau menjadi senjata utama untuk hati menilai, tak pandang apa isinya dan hanya memandang covernya. Seharusnya tak seperti itu nurani selalu menjerit, tapi tetap aku????
Sempurnakan mata yang kaya cinta tapi bukan hubbuddunya.
Wednesday, 14 January 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment