Thursday, 20 August 2015

Ma Aku Inginkannya


Judul : Ma, Aku Inginkannya



Dia yang di ujung sana
Berjalan menyusuri jalan ke surga
Difikirnya menyimpan kalam
Ditanggannya menggenggam cinta pencipta

Ma, aku inginkannya
Lelaki berjubah putih, bersongkok hitam
Berhati lapang
Bertutur lemah bernada indah
Bertubuh kekar tak mekar
Berjalan tegap, menyapu bejat disetiap jalan

Ma, aku inginkannya
Lelaki tinggi tapi tak meninggi
Merendah, tapi tak rendah



Kediri, 15 Agustus 2015

Monday, 3 August 2015

Pantai Kedung Tumpang ( 02 Agustus 2015)




Gulungan ombak menghantarkanku ikut terseret kedalamnya. Robby, nikmat mana lagi yang mampu aku dustakan. Bahkan akal pun tak mampu menjangkaunya. Bagaimana ombak mampu bergulung-gulung? Bagaimana air bisa terhampar luas? Bagaimana bisa berwarna biru? Bagaimana ombak mampu meluluh lantahkan serambi Aceh beberapa tahun silam? Ah! Entahlah! Sungguh, masih banyak pertanyaan yang mungkin bisa membuat gila. Tiba-tiba anganku pun jauh melayang, ke rukun iman yang ke-5 ;Hari akir. Masih ada takut.

Naifnya, aku masih mengeja perkara dunia disana. Bodoh bukan? Robby, ijinkan ombak menghantarkanku untuk selalu mensyukuri nikmatmu. Biarkan ombak menghantarkanku menjadi hambanya yang ingat akan semua karuniamu. Jadikan aku seperti karang yang mampu berdiri kokoh, walau ombak menghempasnya.


Robby, ijinkan aku berteman dengan ombak. Agar kita bisa selalu bernyanyi bersama menyanyikan lagu-lagu cinta untuk-Mu.
Robby, ijinkan aku berteman dengan ombak. 

Tuesday, 28 July 2015

Dialah Dia,
Mendekat ketika ada maunya
Menjerit ketika meminta saja
Pun meraung, ketika menangis
Argh! Tak tau diri kau


Ngk, 8 Jully
Cinta yang menuntun mereka, melupakan lelap yang terasa.
Cinta yang menuntun mereka, menghabiskan malam tuk bersua dengan-Nya.
Cinta yang menuntun mereka, untuk bercumbu dengan desiran angin malam.
Cinta yang menuntun mereka, untuk terus komat kamit baca mantra.
Bukan! Bukan mantra sederhana, tp mantra yang melupakan segalanya.


Kdr, 10 Jully
Kini hanya ada kita dengan-Nya
Menghabiskan malam-malam yang tersisa
Meluapkan rindu, lama tak jumpa.


Kdr, 10 Jully
Aku bukan orang yang pandai mengirimkan sms atau telepon padamu.
Tapi ketauilah!
Aku adalah orang yang rajin mengirimkan satu surat untukmu, lima kali dalam sehariku.
Surat yang termaktub, sebagai pembuka kalam-Nya.


Kdr, 10 Jully
Kekasih! Tetaplah disini duduk bersamaku
Jangan kau pergi tinggalkanku
Haruskah aku menanti?
Apakah waktu akan mempertemukan kita?
Aissh... Bahkan dihari yang tersisa, aku belum mampu memanfaatkannya.


Ngk, 10 Jully
Jika ditelusuri tatapan matanya
ada taman nyaman disana
Lembut tuturnya, ada sayang di dalamnya
Sikap acuhnya, ada kasih yang tiada tara

Aku. . . ,
teracun yang tersirat tanpa tersurat

Kdr, 21 Jully
Sudah berapa kali kau suguhkan yang demikian. Berhentilah! aku bukan lagi orang yang tertarik dengan itu, apalagi dengan cara tersebut.
Budi akan selalu menghantui, itu yang tak ku mau.
Pergi saja!

Ngk, 26 Jully
Kelam tenggelam, bersama agungnya cinta
Melepas pundak, sejajar kaki
Bernyanyi-nyanyi alunan ilahi

Lantas, kapan semua terselesaikan?

Segeralah!
Masih ada yang menanti, menyempurnakan setengah dari . . . ,
Kdr, 27 July
 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template