Ada rasa, apa yang kita lakukan ini salah? Gusti, anda kita
salah, lebur dosa Kami dimalam yang ijabah ini. Harapku kelak, Aku akan menjadi
seorang istri yang berbahagia karena bisa berdiri satu shaf dibelakangmu. Istiqomah
dengan kewajiban dan sunnah-sunnahNya. Doa diawal sebelum, bahkan hingga akan
tiba saat dimana Enggkau mengambil beban ayah atasku cukuplah sederhana,
RidhoNya, limpahan sakinah, mawaddah, warahmah darinya, keturunan yang sholih,
sholihah serta istri yang bisa menjadi perhiasan dunia. Karena katanya, “sebaik-baiknya
perhiasan adalah istri yang sholehah.”
Harapku, mampu menjadi istri yang memuaskan lahir batinmu,
membahagiakanmu, tidak mengecewakanmu serta mampu menggandeng tanganmu kala
susah maupun sedih. Bisa menjadi almadrosatul ula bagi anak-anak. Meski Aku
sangat jauh jika Kau bandinkan dengan al Ummu khatijah, Aisyah atau Fatimah.
Namun harapku, Ajari Aku hingga Aku mampu menjadi seperti yang Kau pinta.
Ajari Aku agama, karena Aku sungguh sangat fakir jika
dibandingkan dengan yang lainnya.
Aku tak cantik, tak juga baik. Jauh jika dibandingkan dengan
Kau yang sudah lama hidup diantara orang alim. Masih terbesit dalam benakku.
“Apa Aku pantas?”
0 comments:
Post a Comment