Gulungan ombak menghantarkanku ikut terseret kedalamnya. Robby,
nikmat mana lagi yang mampu aku dustakan. Bahkan akal pun tak mampu
menjangkaunya. Bagaimana ombak mampu bergulung-gulung? Bagaimana air bisa
terhampar luas? Bagaimana bisa berwarna biru? Bagaimana ombak mampu meluluh
lantahkan serambi Aceh beberapa tahun silam? Ah! Entahlah! Sungguh, masih
banyak pertanyaan yang mungkin bisa membuat gila. Tiba-tiba anganku pun jauh
melayang, ke rukun iman yang ke-5 ;Hari akir. Masih ada takut.
Naifnya, aku masih mengeja perkara dunia disana. Bodoh bukan?
Robby, ijinkan ombak menghantarkanku untuk selalu mensyukuri nikmatmu. Biarkan
ombak menghantarkanku menjadi hambanya yang ingat akan semua karuniamu. Jadikan
aku seperti karang yang mampu berdiri kokoh, walau ombak menghempasnya.
Robby, ijinkan aku berteman dengan ombak. Agar kita bisa selalu
bernyanyi bersama menyanyikan lagu-lagu cinta untuk-Mu.
Robby, ijinkan aku berteman dengan ombak.

0 comments:
Post a Comment