Friday, 29 January 2016

Aku rindu Gusti!

Ya Allah, kumpulkan aku bersama orang-orang yang senantiasa mengagunggkan namamu.
Ya Allah, ijinkan aku ikut mewangi seperti halnya mereka yang membawa parfummu.
Bolehkan aku iri ya Allah?
Aku iri, dengan mereka yang senantiasa mampu mendengungkan indahnya kalammu.
Aku iri, dengan mereka yang tak membuang waktunya sia-sia layaknya aku ini ya Allah.
Aku iri, dengan mereka yang mampu menjaga akhlak.
Aku iri, dengan mereka yang tak pernah mengeluh dengan semua masalah dunia yang memang hanya semu ini.
Aku iri, dengan mereka, anak-anak kecil yang mampu melafalkan kalammu diluar kepala.
Jauh berbeda denganku. Aku bisa apa? Aku mampu apa? Aku punya apa?

Jika masih Kau ijinkan aku bertemu dengan sempat, seret aku ke golongan mereka Gusti!
Golongan orang yang senantiasa menjaga iman, islam dan ikhsannya.

Aku rindu Gusti, aku ingin kembali

Thursday, 28 January 2016

Lenyap

Aku mulai terhempas dari alam imaji
Ia menghilang
Sajakku melayang
Jariku kaku
Bibirku ngilu

Lenyap




Kdr, 26 Jan 2016

Sunday, 24 January 2016

Bosan

Pagi ini semua semangat seperti terhempas. Entahlah! Kenapa dan harus bagaimana?
Hey!! Kau tau berapa mahal harga menunggu? Tak bisa terbayarkan tuan. Bagaimana bisa kau setega ini. Berapa banyak waktu yang ku korbankan untuk menunggu. Mungkin aku bisa sedikit sabar, tapi tidakkah kau tau pepatah jika sedikit demi sedikit menjadi bukit?
Sudahlah fitri! Jika semua karena Allah kau pasti tak seperti ini.
Kdr, 24 jan 16

Saturday, 26 December 2015

KAU BUKAN LALU

Hay, penghantar tidurku yang manis. Bisakah kau bawa aku hanyut lebih lama lagi bersamamu! Berenang bersama arungi nyata. Melawan dunia ini yang katanya semu semata.
Hey!
Mari bercengkrama denganku bersama sisa embun yang masih menempel. Jika Kau mau, akan kusediakan kopi untukmu.
Layaknya kopi, rindu adalah candu. Ada cinta pasti ada rindu, pun sebaliknya. Tak nikmat jika hanya kau sediakan satu.
Kemarilah! akan kuceritakan padamu bodohnya aku  di masa lalu. Dan jika boleh, Ku ingin pergi jauh ke tempat yang tak mampu dijangkau termasuk lalu.
Tunggulah, sebentar saja. Ijinkan Aku merayu Tuhanmu, karena Ku tau, Dialah yang memilikimu. Tuhanmulah yang paling tau, bagaimana dirimu, makanan dan minuman kesukaanmu, tempat yang sering kau kunjungi, warna, surat, baju, keinginan dan entahlah, Aku tak mampu menjangkau kuasaNya. Bersabarlah! Hingga kudapatkan hatinya.
Segeralah!
Namun,
KAU BUKAN LALU.
Kdr, 26 Des'15

Thursday, 24 December 2015

Tenanglah!

Ketahuilah! Diamku bukan karena aku tak mau menyapa atau mengenal Tuan. 
Bukankah lebih baik aku mendekati Tuhanmu, karena dialah yang memilikimu? Mana mungkin aku pinjam tanpa ijin. 


Pemilik Tuan pasti lebih tau, apa makanan dan minuman kesukaanmu, semua tentang kebiasaan- kebiasaanmu, bahkan bagaimana dirimu. 

Mana mungkin aku bisa mendekat, jika merayu pemilikmu saja belum mampu.

Semua butuh proses Tuan. Tunggu sebentar saja, ijinkan aku bernegosiasi dulu.

Tenanglah! Aku disini tak pernah henti melayangkan surat untukmu. Tapi bukan surat layaknya mereka. Suratku cukuplah umul kitab, teruntukmu.



Ngk, 22 Des '15

Monday, 21 December 2015

Aku Rindu

Iya benar apa katamu, sajakku tak lepas dari rindu. Karena memang aku benar-benar rindu. Lama sangat lama, aku lupa dengan pagi, malam dan siangku. Semua kuhabiskan untuknya bukan untukMu. Penyakit yang lebih berbahaya dari pada syirik. Kerasnya hati.
Aku ingin kembali, ke masa dimana aku tak lupa akan hidup ini yang hanya sementara.
Aku ingin kembali, ke masa dimana aku selalu mengingat semua nikmat yang kurasa karenaNya.
Aku ingin kembali, ke masa dimana aku mulai sedikit demi sedikit merubah kebiasaan burukku.
Bukan seperti sekarang! Jahiliyahku terasa mulai menghampiri.
Tuhan, ampuni aku. Bawa aku kembali kepadaMu. Aku sungguh merindukan malam dengan derai hujan yang membasahi pipi, dengan keluh yang tak berujung. Kemana aku yang dulu gusti? Kemana???
Pagiku Ia, siangku Ia, malamku Ia ;DUNIA.
Kemana aku dulu???
Bawa aku kembali, aku mohon! Aku rindu. 

Sunday, 20 December 2015

AKU CUKUPLAH AKU

Aku bukanlah surya yang mampu menerangi dunia, tapi aku berharap mampu menjadi lilin yang menyebar cahaya di kegelapan.
Aku bukanlah bintang yang nampak indah bersama bulan dikala malam, tapi besar harap,  aku adalah kelip lampu kecil diujung jalan yang tak membosankan dipandang.

Aku tak mampu menjadi aku, ketika konsonan menggelinding pergi.
Aku tak mampu menjadi Aku, ketika satu vokal membiarkan konsonan lain berduaan dengan vokal lain.
Aku tak mampu menjadi Aku, ketika konsonan mengusir pergi dua vokal yang mengapitnya.
Aku cukuplah aku, tak bisa berubah menjadi A-U, A-K/K-U, K


Kdr, 20-12-15

Saturday, 19 December 2015

"Hay!" sapa tari pagi ini. Ia nampak murung, mungkin karena awan masih bersembunyi.
"Hust, Ia tak bersembunyi hanya belum menampakkan diri."
"Ha-ha-ha...." tawa kita bersama.
"Tenanglah bukankah putih harus ada hiasan hitam, biar nampak indah."
Kdr, 19 Des 15

Thursday, 17 December 2015

Entahlah! Jika tempat ini bukan untukku, aku yakin akan ada tempat lain yang jauh lebih baik.
TanganNya tak pernah lepas menggenggam semua hamba. Tak perlu takut, datang dan mendekat padaNya. Karena Ia pernah tidur dan selalu ada dimana-mana.
Sebagaimana kau selalu yakin akan doa-doamu. Yakinlah pula, bahwa Allah bersamamu, dihatimu dan selalu menolongmu.
Allah, jangan buat mereka kecewa. Jangan buat mereka kawatir.
Jangan buat mereka menangis.
Jangan mereka ikut hanyut.
Bimbing, arahkan dan tetapkan kita dalam naungamu.
Kdr, 17 Des 2015

Ia Akan Tiba

Yeaah… itu membuatku down bung. Iya down, setelah aku membacanya. Santri katamu. Aku malu karena aku bukanlah santri. Boro-boro santri, ngaji saja aku masih belajar menyambungkan hijaiyah satu per satu.
Ya sudahlah bung, sedikit demi sedikit sudah mulai pupus. Entah karena kau tak yakin atau aku yang terlalu yakin.
Eits… bukankah padinya akan panen jika sudah waktunya? Cukup tunggu dan bersihkan dulu rumput-rumput liar yang mengganggu. Yo mok siji kuncine, sabar lan ngempet. Sabar sedoyone lan ngempet mangane.
Ada masanya nanti, entah Kau bung atau yang lainnya.
Ia akan tiba.



Kediri, 17-12-2015
 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template