Ketahuilah! Diamku bukan karena aku tak mau menyapa atau mengenal
Tuan.
Bukankah lebih baik aku mendekati Tuhanmu, karena dialah yang memilikimu? Mana mungkin aku pinjam tanpa ijin.
Pemilik Tuan pasti lebih tau, apa makanan dan minuman kesukaanmu, semua tentang kebiasaan- kebiasaanmu, bahkan bagaimana dirimu.
Mana mungkin aku bisa mendekat, jika merayu pemilikmu saja belum mampu.
Bukankah lebih baik aku mendekati Tuhanmu, karena dialah yang memilikimu? Mana mungkin aku pinjam tanpa ijin.
Pemilik Tuan pasti lebih tau, apa makanan dan minuman kesukaanmu, semua tentang kebiasaan- kebiasaanmu, bahkan bagaimana dirimu.
Mana mungkin aku bisa mendekat, jika merayu pemilikmu saja belum mampu.
Semua butuh proses Tuan. Tunggu sebentar saja, ijinkan aku
bernegosiasi dulu.
Tenanglah! Aku disini tak pernah henti
melayangkan surat untukmu. Tapi bukan surat layaknya mereka. Suratku cukuplah
umul kitab, teruntukmu.
Ngk, 22 Des '15
0 comments:
Post a Comment