Iya benar
apa katamu, sajakku tak lepas dari rindu. Karena memang aku benar-benar rindu. Lama
sangat lama, aku lupa dengan pagi, malam dan siangku. Semua kuhabiskan untuknya
bukan untukMu. Penyakit yang lebih berbahaya dari pada syirik. Kerasnya hati.
Aku ingin
kembali, ke masa dimana aku tak lupa akan hidup ini yang hanya sementara.
Aku ingin
kembali, ke masa dimana aku selalu mengingat semua nikmat yang kurasa
karenaNya.
Aku ingin
kembali, ke masa dimana aku mulai sedikit demi sedikit merubah kebiasaan
burukku.
Bukan seperti
sekarang! Jahiliyahku terasa mulai menghampiri.
Tuhan,
ampuni aku. Bawa aku kembali kepadaMu. Aku sungguh merindukan malam dengan
derai hujan yang membasahi pipi, dengan keluh yang tak berujung. Kemana aku
yang dulu gusti? Kemana???
Pagiku Ia,
siangku Ia, malamku Ia ;DUNIA.
Kemana aku
dulu???
Bawa aku
kembali, aku mohon! Aku rindu.
0 comments:
Post a Comment