Monday, 8 September 2014

WAKTU

Jalannya pasti namun tidak pernah ada yang mengerti
Menuntut insan mengikuti
Egonya begitu tinggi
Sampai tiada yang pernah bisa memerangi
Rahasianya tersembunyi di balik diri sendiri
Mau tinta hitam atau merah 
Bukan dia penentunya tapi insanlah pelakunya
Hanya kau dan tuhan yang tau
Kadang kala kau buat kami menyesal karena tak bisa mengulangi
Tapi kadang kala pula kau buat kami tersenyum bahagia ingin kembali
Tapi apalah daya
Insane hanya dapat takhluk pada kuasa ilahi
Dan mengikuti alur yang tidak terpahami



     Kediri, 08-09-2014 (08:14 PM)

Apalagi Alasan Kita?

Berbicara tentang bangsa, Indonesia ada karena kau  palestina
Yang mendesak arab untuk mendukung kebebasan kita dari belenggu Kolonial Belanda
6 September 1944 lewat gelombang radio Berlin
Syekh Muhammad Amin Al Husain  menyuarakan kobaran semangatnya untuk mendukung kita Indonesia
Apalagi alasan kita untuk tidak membantunya?
Ingatkah saudaraku?
Ingatkah Indonesia di tahun 1962, pemimpin besar kita
Bapak proklamator Ir. Soekarno berkata : “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada rakyat palestina, maka selama itulah Indonesia berdiri menentang penjajah Israil!”
Apalagi alasan kita untuk tidak membantunya?
Apalagi alasan kita untuk tidak mengulurkan tangan kita untuknya?
Zionis biadap itu memporak-porandakan Bumi para ambiya’ kita
Bahkan Al-Aqso kita?
Bahkan Al-Aqso kita tinggal kerangka
Tiada yang tau berapa lama  lagi akan berdirinya
Saudara kita di bantai di depannya
Haruskah kita terima?
Kiblat pertama sebelum ka’bah dan masjid ketiga termulia
Di robohkan oleh mereka
Haruskah kita diam saudaraku?
Haruskah kita diam jika muslim satu dengan yang lainnya adalah saudara?
Haruskah kita diam, jika Indonesia adalah penduduk muslim terbesar di dunia?
Haruskah kita diam, memandang mereka disiksa, diperkosa, di tembak serta rumah-rumah yang hanya tinggal puing saja?
Haruskah kita diam saudaraku?
Apalagi alasan kita untuk tidak membantunya?
Ingatkah kalian mukhodimah konstitusi kita?
“ Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa”
Segala bangsa dan bukan hanya Indonesia saja
Apalagi alasan kita untuk tidak membantu mereka?
Tubuh mereka bantai bahkan makanpun hanya sisa itupun  kalau ada
Para zionis laknatullah itu sungguh biadab
Memporak-porandakan semuanya
rumah ibadah, sekolah bahkan tidak tersedia tempat untuk bernafas
Apalagi alasan kita saudaraku, untuk tidak membantu mereka?
Bukan juga masalah agama, tapi bagaimana memanusiakan manusia
Tidak perduli PPB diam dan dunia bungkam
Kita Indonesia
Kita muslim terbesar di dunia
Dan kita manusia
Tidak ada alas an lagi untuk tidak membatu mereka

Tasbih kami

Hari ini masih dengan pertanyaan yang sama
Siapakah yang akan syahid hari ini?
Rumah siapakah yang akan kau porak-porandakan hari ini?
Sampai berapa lama mereka menjalankan buldosernya di atas gubuk kami?
Berapa lama mereka acungkan senjata ke kami?
Berapa banyak peluru yang mereka terbangkan  ke kami?
Kapankah berakir jeritan itu?
“Aina abi, aina ummi?”
Dimana ayahku, dimana ibuku?
Berapa banyak anak yang harus membopong adiknya sendiri tanpa ayah  bunda?
Sampai kapan bising gemuruh roket berterbangan itu berhenti?
Kapan tiba masanya mereka pergi dan tidak kembali?
Tuan, terbuat dari apakah hatimu?
Mungkinkah percikan neraka jahanam?
Tuan, tidak lelahkah engkau?
Tuan, taukah engkau?
Satu syahid tidak membuat kami menarik kaki
Satu syahid membuat kami pasang nyali
Satu syahid membakar kobaran api semangat kami
Satu syahid menuntun kami untuk melanjutkan misinya
Iya tuan, melanjutkan misinya
Menjaga Al-Aqso kami
Karena surga jaminan kami tuan
Sedikitpun tidak ada niat kami untuk lari
Palestina,
Bumi para nabi
Mana mungkin kami meninggalkannya tuan?
Sekalipun tubuh kami tercincang layaknya daging sapi
Tapi, taukah kau tuan?
Ini jihad kami
Cucuran darah kami bertasbih,
Jeritan kami pun bertasbih
Bahkan air mata kami pun bertasbih
Tuanku, walau malam kami tidak seindah malammu
Tapi kami yakin ada satu dari golonganmu
Yang tidak dapat memejamkan mata karena kebiadabanmu
Tuhanku tidak tidur tuan

Kau satu kami seribu 

Cinta


Cinta adalah sesuatu yang tidak dapat dipandang hanya dapat dirasakan, cinta letaknya dalam qolbi dan sangat tersembunyi, getarannya membuat kita lupa diri, mampu mengubah dari pikiran sampai tindakan. Sungguh, cinta mengubah pait menjadi manis, susah menjadi senang, Onta menjadi Toyota, nafsu menjadi setan dan parahnya dapat mengubah yang halal menjadi haram.

            Kita lupa bahwa cinta yang agung dan murni adalah cinta ilahi, cintanya yang tidak pernah merubah asam menjadi kusam, cinta yang selalu bersemayam dalam hati dan tidak pernah kita pungkiri terkadang karena besar cintanya kita lupa akan agung kuasanya. Cintanya yang dapat mengubah asa menjadi bahagia, cinta yang menjadikan tidak ada keluh kesah, tidak ada sayup pilu, tidak ada wajah kusut, tidak ada tubuh lesu ataupun ratapan sendu.

DEWASA ADALAH PILIHAN

Banyak yang mengira bahwa yang tua yang lebih dewasa, tapi sebenarnya umur bukan jaminan dewasa. Apa sih arti dewasa?. Dewasa tidak pernah memandang siapa dia ataupun berapa umurnya, lebih sering ia mengalami kesulitan akan lebih memudahkan seseorang naik ke level yang disebut dewasa, karena kesulitanlah yang membuat seseorang berfikir bagaimana cara mengatasinya. Dewasa tidak dapat diliat dari satu sisi saja namun harus juga diliat dari berbagai sisi, kedewasaan seseoarang dapat diliat dari bagaimana cara seseorang menanggapi setiap masalah. “ Jika aku takhluk dengan diamku maka aku berbicara dan jika aku takhluk dengan bicaraku maka aku diam” satu kalimat yang pernah terdengar dari pembawa acara disalah satu stasiun TV, itulah prinsip orang dewasa. Seseorang yang dewasa cenderung mencermati dan mengamati tidak langsung mengomentari layaknya anak kecil yang langsung komentar jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan jeritan hatinya. Ciri-ciri dewasa adalah diam aktif dalam arti tidak banyak berbicara dan menyikapi semua dengan bijaksana, memiliki sifat empati yang selalu mementingkan perasaan orang lain di atas perasaannya sendiri, seseorang yang dewasa selalu bersikap sabar tidak gegabah apalagi kalau masalah keputusan, ia akan memikirkan benar-benar mana yang baik serta mana yang buruk dan memilahnya sekiranya  yang tidak merugikan yang lainnya. Seseorang yang dewasa juga bisa menahan emosi tanpa mengikuti hawa nafsu.

Dewasa tidak timbul begitu saja, semua perlu proses. Semakin seseorang mengenal dunia semakin pula kita akan dihadapkan dengan tantangan dan inilah salah satu proses seseorang untuk melangkah kedewasaan. Seseorang yang dewasa akan berusaha untuk menahan hatinya dan menenangkannya ketika akan meledak. Tua itu pasti tapi dewasa adalah pilihan. 

KALI BRANTAS


Kutusuri ciptaan terindah dari Tuhan
Gemercik alirannya yang membuat semua terpaku
Deisiran angin yang menambah panoramanya
Sungai terpanjang di jawa setelah bengawan solo itu
Tidak hentinya membuat takjub siapa yang memandang
Oh… Indahnya
Terbentang luas di kelilingi pepohonan yang menghijau
Ayunan  tangan seorang pendayung dengan kayuhannya
Menjadi jembatan siapapun dan kemanapun
Lewat getek tuanya ia jadikan Sungai itu sumber memeras keringat
Inilah Indonesia dengan salah satu karunianya
Kali Brantas
Ya, orang menyebutnya Kali Brantas
Tempat berenang bersama ikan-ikan
Bermain dan bernyanyi bersama kicauan burung
Kali Brantas
Tiada yang pernah menyadari akan keagunganmu
Kala mentari tiba dengan kilaunya
Dan hamparan bunga yang mengelilinginya
Menambah asrimu dikala pagi
Inilah Indonesia dengan salah satu keindahannya
Kali Brantas
Betapa hebatnya Tuhan menciptakanmu
Menghidupi setiap makhluk yang ada di dalamnya
Anugrah yang membuat setiap anak bangsa
Bangga bisa memilikinya
Kala senja berkilau cahaya emas menyapa
Mendekap hangat menambah agungnya
Dan saat senja kabur menjauh kembali ke peraduan
Perlahan namun pasti, cahaya redup selimuti
Ketika  cahaya bulan dating
Dan mulai menyinarimu dalam kegelapan malam
Nyanyian sang pangeran kodok yang mempercantik malammu
Oh... Kali Brantas
Nikmat tuhanmu yang mana
Yang engkau dustakan
Ini hanya satu dari sekian
Bagian dari Indonesia



Sunday, 3 August 2014

Saat Kemarin


Masih sama seperti beberapa tahun silam, hamparan panjang, luas nan subur menghiasi setiap ujung jalan. Membuat sejuk mata memandang, kalau dahulu aku menyusurinya untuk menuntut ilmu dan menjalankan Qolamku di setiap lembar kitab yang berisi petuah-petuah sang Ilahi, namun kini aku kembali hanya sekedar untuk mengelilingi dan mengingat setiap hembusan nafas di sepanjang jalan, masih sangat teringat dalam benak ku ketika kardus atau tas plastik oleh-oleh setelah pulang kampung dari emak untuk dinikmati bersama dalam loyang atau sejenisnya, ku teteh berjalan dari tempat biasanya aku turun dari angkot lumayan melelahkan. Sesampainya disana disambut hangat oleh teman-teman seperjuangan.
Aku sangat merindukannya, bunyi bel yang selalu berdering ketika akan jamaah, ngaji dan sholat malam, yang paling menyebalkan adalah ketika tiba waktunya jamaah subuh, bel yang terlalu keras membuat tubuh ini tersentak segera mengambil air wudhu dan berangkat ke masjid, kamar kecil beralaskan kayu yang menjadi kisah ketika aku berada disana, kamar aminah yang masih aku ingat ketika kita tidak menghiraukan bel untuk rutinitas setiap pagi, sekitar 20 anak berjejer-jejer di depan masjid untuk khataman, setiap anak mendapat bagian 1 jus untuk dibaca gara-gara itu, yang peling memalukan adalah kalau ada santri putra, kita tundukan wajah setunduk-tunduknya karena malu. Disana aku harus bangun jam 3 kemudian sholat malam, sahur setiap senin dan kamis, puasa senin kamis menjadi kewajiban, ya kami tau kalau itu hukumnya sunnah tapi diwajibkan hanya untuk membiasakan diri agar terbiasa dan jika tidak berpuasapun ada hukuman tersendiri, setelah itu sholat shubuh kemudian ngaji Al-Quran, setangah 6 kita mulai persiapan untuk berangkat ke sekolah, antri mandi sudah menjadi kebiasaan sebelum berangkat kadang pula kita tidak mandi dan hanya cuci muka saja karena memang jamnya sudah siang dan jika terlambat sekolah dapat hukuman lagi, pulang sekolah sekitar jam 2 makan siang kalau tidak puasa kemudian istirahat. Ketika tiba adzan asar bel kita berangkat jamaah kemudian ngaji sampai sekitar jam 5, setalah itu ada yang mandi ada yang bersantai ria menunggu tibanya magrib setelah magrib jamaah kemudian ngaji, makan sholat isya ngaji lagi kemudia belajar bersama. agenda rutin setiap hari kamis malam adalah kita khataman bersama, kemudian setalah isya muhadhoroh, tidur sudah menjadi kebiasaan kita ketika ngaji atau kegiatan karena memang kita pada saat itu masih duduk di kelas SMP, pernah di suruh berpidato waktu habis mukhadoroh karenatidur pas mukhadoroh, untung saja habis ada acara lomba pidato jadi teks masih sangat jelas di otak.
Panjang banget ceritanya kalau di torehkan, karena 3 tahun bukan waktu yang singkat, dari mulai aku mengenal cowok, pacaran di pondok, aku ngebleng tapi bukan karena hukuman lo ya ngeblengnya,, hehehe... temanku ada yang kesurupan, roan di jamuan, kumpul teman, nyuci bareng, tidur bareng makan breng, bertengkar antar kelas hanya gara-gara poster dan masih banyak banget, tapi semua itu hanya berhenti tiga tahun karena aku yang lebih mementingkan gengsiku menuruti kesenangan sesaat yang menjadikan aku harus pulang dan melanjutkan di dekat rumah, menyesal aku ingin mengulangnya dan memperbaiki setiap rajutan yang tidak tepat, ingin bersungguh-sungguh ketika belajar. emmm,,, tapi semoga bisa menjadi pelajaran untuk ku sekarang, bahwa semua itu hanya titipan tidak perlu aku terlalu mengejarnya dan seharusnya hanya sewajarnya. Robbi Ijinkan nanti aku untuk bisa mengijakan kakiku untuk mencari ilmumu dan mancari jati diriku, entah berapa tahun kedepan aku yakin engkau masih memberiku kesempatan untuk menjalankan Qolamku dan mewarnainya dengan tinta-tinta emas di setiap lengkukan huruf hijaiyah. 

Monday, 21 July 2014

AKU KALAH

Matahari mulai pergi tiggalkan bumi, bulan mulai menunjukan senyum manisnya. Ku termenung di balik cendela memandang indahnya kuasa- NYA yang baru kusadari, yang selama ini bahkan aku lupa akan keberadaannya. Timbul dalam benakku “Ya Allah betapa bodohnya aku, yang tak pernah mensukuri karuniamu, betapa lalainya aku yang selama ini melupakanmu.” Dalam isak tangisku aku teringat seseorang yang sekaligus menjadi bapak untukku, yang selalu ada saat aku membutuhkan, seseorang yang berkorban untukku untuk masa depanku, dia korbankan semuanya untukku. Tapi hari ini aku hancurkan semua harapan yang di taruh di pundakku, aku teringat ketika dia memalingkan wajahnya, ketika dia hanya diam dan tidak bisa berkata sedikitpun. Ini karenaku, aku dngan kebodohanku masuk ke lubang kenistaan, ku berikan semuanya hanya untuk si hidung belang yang tidak mempunyai otak. Aku baru sadar bahwa semua yang dikatakan ibu benar, dia hanya kumbang jalang yang tak mempunyai sayap untuk terbang, sering kubohongi ibuku, “ibu ada iuran hari ini, untuk bayar tugas kelompok,” tapi apa? Uang itu aku gunakan untuk foya-foya dengan seseorang yang tidak sedikitpun mempunyai nyali. Setiap pagi ku tadahkan tanganku untuk minta uang saku ibu, tapi sedikitpun tidak ku injakkan kakiku untuk menuntut ilmu.
Nafsu mengalahkan akalku, aku kalah dengan iblis, bisik-bisik suara itu membuat aku mencapai puncak kebodohanku, kesenangan mengalahkan segalanya tanpa berfikir akirnya. Ku melakukan perbuatan yang dilarang, aku terjebak, aku kalah. 2 bulan berjalan aku tidak sadar bahwa aku hamil, aku mulai merasakan lemas, lelah, letih, mual dan hanya menghabiskan waktu tiduran di kamar, sampai akirnya ku ambil telephon gemgamku, ku cari satu-satu dan akirnya aku menemukan nama yang aku cari di kontak,
“hallo, sayang bisa antar aku ke dokter hari ini, aku merasa kurang enak badan hari ini,” dengan lembut dia menjawab
“ iya sayang, aku segera kesana,” segera kututup telephon gemgamku dan ku ambil tasku, tanpa pamit ibu aku langsung pergi.
“selamat buk, anda positif,” kata si dokter,
“apa positif? ” sahut si belang,
“iya pak, istri anda hamil 2 bulan,”
“oh gitu, iya terimakasih dok,” , aku sangat kaget, aku hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa, “tenang sayang, aku akan segera melamarmu,” kata si belang.
Aku hanyut dengan perkataan itu, sehingga aku tidak berfikir sedikitpun tentang bagaimana reaksi ibu, toh aku juga sangat sayang dengannya.
            Hari demi hari berlalu, tidak sedikitpun dia memberi kabar, tidak ada balasan disetiap smsku, nomor sering tidak aktif, 1 minggu berlalu  aku mulai gelisah, aku  segera bergegas untuk ke Kontrakannya. Kutetuk pintunya berkali-kali, ku panggil namanya tapi tidak ada jawabannya. Tiba-tiba “Maaf non, cari siapa?” Tanya si pemilik kos,
“mau cari yang tinggal di kamar ini buk” jawabku mulai gelisah.
“ Masnya yang tinggal disini sudah pindah sejak seminggu yang lalu non, tidak tau pindah kemana,” rasanya seperti ada gumpalan batu besar yang menimpaku, aku hanya diam, entah apa yang ada di pikiranku, semua melayang, kosong, tanpa tersadar aku terjatuh.
            Terdengar sayu-sayu suara Ibu, “ sayang, kamu sudah bangun ?” air mataku tumpah seketika, aku tidak bisa menjawab dan hanya bisa menangis sejadi-jadinya di pelukan ibu
“maafkan aku ibu, maafkan aku,” hanya kata itu yang keluar dari mulutku, aku takut ibu marah karena sebenarnya ibu tidak setuju dengan hubunganku, aku takut.
“ada apa sayang, ceritakan kepada ibu,” tanyanya dengan raut wajah sedih melihatku yang hanya dapat menangis, dan berkata maaf.
“ aku, akuuu, akuuuuu, aku hamil ibu, dan dia pergi,” dengan terisak-isak ku beranikan diri mengatakan itu pada ibu. Raut wajahnya berubah seperti ingin marah, tapi aku tau ibu, dia  tidak pernah mau marah dengan  anaknya, dan dia hanya berpaling dan langsung pergi begitu saja, melepas tanganku dari pelukannya,
“ ibu maafkan aku, ibu maafkan aku, aku khilaf ibu, maafkan aku” ku tarik kakinya, tapi sedikitpun tidak mau melihatku, dia berusaha melepas tanganku, memang pantas jika ia marah dan kecewa, 
            Alunan adzan membangunkan aku dari lamunanku, ku pandangi perutku kumenangis dan menjerit sejadi-jadinya, ku pukul perutku dengan sekeras-kerasnya.
“kamu harus mati, aku tidak ingin kamu” terkadang aku tersenyum sendiri, dan tiba-tiba menangis. Aku seperti orang gila, terus-terusan kupukuli perutku, tiba-tiba dari balik pintu
“nak buka pintunya, ini ibu sayang, maafkan ibu,” ku buka pintu kamarku, darah bercecer dimana-mana. Ku peluk ibu dan tanpa sadar aku terjatuh di pelukan ibu,
“ maafkan aku ibu, aku tidak pernah mendengarkan nasehatmu, aku kalah, aku kalah dengan setan ibu, maafkan aku,” dengan airmata yang tidak berhenti mengalir,
“iya nak, ibu sudah memaafkanmu,” jawab ibu yang sangat miris melihat kondisiku. “
 Aku sayang ibu dan aku harus kembali, terimakasih untuk semuanya ibu, I love you mom,” ibu menangis sejadi-jadinya, tuhan berkata lain inilah akir dari hidupku, aku kalah. 

Tuesday, 15 July 2014


Aku dilahirkan tepat tanggal 14 September 1994, ada yang bilang anak tengah itu nakal, memang kalau dipikir memang iya, aku anak ke 3 dari 6 bersaudara. Kenapa aku mengatakan anak tengah?
iya memang karena jarakku dengan adik dan kakaku lumayan lama sendiri, sedangkan jarak yang saudaraku yang satu dengan yang lainnya itu hanya selisih 1-2 tahun aja.
Hidup dalam keluarga yang sangat disiplin dalam mendidik anaknya tidak membuatku menjadi baik, puncaknya adalah ketika aku duduk si bangku SMP ketika orang tuaku mengirimku ke pesantren, aku sendiri heran padahal waktu aku MI aku merupakan anak yang suka sekali dengan agama. Sering mengikuti lomba sekecamatan ntah itu MTQ atau yang lainnya, pernah juga mengikuti CCQ dan groupku menang nomor satu dan semua pertanyaan semuanya yang jawab adalah aku.

Monday, 14 July 2014

Malala Yousafzai


Malala Yousafzai
Malala merupakan salah satu inspirasi bagi kita pelajar, gadis kelahiran 12 Juli, 1997. Lahir dari suku Pusthun dan menganut agama Islam Sunni (Ahlu Sunnah Waljamaah). Namanya di ambil dari pejuang wanita suku Pusthun, Malala dari malawai, dia dibesarkan di Mingora. Dia merupakan seorang murid dan aktivis di Mingora di Distrik Swat. Dimana disana Taliban menguasainya dan melarang anak perempuan untuk sekolah atau menuntut ilmu terutama ilmu barat, sekarang telah berganti dengan buko haram yang didirikan tahun 2002 oleh Mohammed Yusuf. Kelompok ini menginginkan mendirikan negara islam murni, dinamakan buko haram karena mengharamkan pendidikan barat, bukan hanya pendidikan mendengarkan musikpun tidak diijinkan disana, menurut mereka pendidikan politik bahkan menggunakan kemeja ataupun pemilupun di anggap Ilegal. Mereka menginginkan nigeria menjadi negara islam.
Sudah sekitar 200 lebih  siswi diculik, dan Malala merupakan yang beruntung bisa selamat setelah 2 tembakan di kepala dan lehernya dalam upaya pembunuhan oleh kelompok bersenjata Taliban ketika kembali pulang di bus sekolah, Malala sempat di rawat dipakistan namun kemudian dia harus dilarikan ke Inggris untuk dirawat di rumah sakit Bingmingham. Dia diincar karena pada awal tahun 2009, saat berumur sekitar 11 dan 12, Yousafzai menulis di blognya di bawah nama samaran untuk BBC secara mendetail tentang betapa mengerikannya hidup di bawah pemerintahan Taliban, upaya mereka untuk menguasai lembah, dan pandangannya tentang mempromosikan pendidikan untuk anak perempuan. dan buko haram mulai melacaknya.
Setelah kesembuhannya, dunia mulai menyorotnya dan mendapat banyak penghargaan. Sembilan bulan setelah Taliban menembakkan pelurunya, karena menuntut pendidikan untuk anak perempuan di Lembah Swat tepuk tangan meriah dan gemuruh sambutan berkali-kali ketika berbicara di hadapan Majelis Pemuda Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dia memberikan pidato di depan ribuan pelajar diseluruh dunia dan semua salut dengan pidatonya. Dan dalam pidatonya Malala mengatakan bahwa  serangan atas dirinya tidak mengubah semangatnya untuk membela pendidikan bagi anak perempuan.
"Mari kita angkat buku dan pena kita, mereka adalah senjata yang terkuat," katanya.
"One Child, one  Theacher, one book and one pen can change the world"
(Satu anak, satu guru, satu buku dan satu pen bisa merubah dunia)
Malala mengatakan dia tidak ingin melakukan tindakan balas dendam atas lelaki yang menembaknya.
"Saya ingin pendidikan bagi anak laki-laki dan perempuan para anggota Taliban dan teroris dan ekstremis," katanya.
"Pendidikan adalah satu-satunya solusi.
"Mereka menembak teman-teman saya juga. Mereka kira peluru akan membungkam kita. Tapi mereka gagal dan dari kebungkaman, kini muncul ribuan suara.
"Para teroris berpikir mereka bisa mengubah tujuan dan ambisi saya, tapi tidak ada yang berubah dalam hidup saya kecuali ini: kelemahan, rasa takut dan rasa putus asa telah mati.
"Saya tidak membenci anggota Taliban yang menembak saya. Bahkan kalau ada senjata di tangan saya dan dia ada di hadapan saya sekarang, saya tidak akan menembaknya."
Malala Yousafzai kini telah menjadi bintang global dan menjadi kandidat untuk hadiah Nobel untuk Perdamaian.
Dia telah dinobatkan sebagai salah satu orang paling berpengaruh pada tahun 2013 oleh majalah Time dan dikabarkan mendapak kontrak senilai 3 juta dolar AS untuk sebuah buku mengenai dirinya, tapi Taliban telah jelas mengatakan dia tetap menjadi sasaran.

Malala sangat berdampak besar untuk pendidikan global, Malala Yousafzai memberikan sebuah petisi yang telah ditanda tangani oleh empat juta orang untuk mendukung 57 juta anak-anak di seluruh dunia yang tidak bisa bersekolah kepada sekjen PBB, Ban Ki-moon.
Petisi tersebut memyerukan pemimpin dunia untuk mendanai guru-guru, buku dan sekolah selain mengakhiri perburuhan anak, pernikahan terlalu muda dan penyelundupan anak.
Bahkan Angelina Jolie bintang film yang aktif dalam sosial, seperti membantu korban perang, masalah pendidikan, kesehatan, dan anak-anak di negara-negara miskin, serta mengadopsi anak-anak yatim piatu dari berbagai suku bangsa—langsung menulis satu artikel khusus di Daily Beast.  Pada esai pendek bertitel Kita semua adalah Malala itu Angelina menulis:
 "Anak-anakku bertanya mengapa Malala ditembak. Aku jawab, karena pendidikan adalah hal yang sangat kuat. Anakku yang berusia delapan tahun meminta agar dibuatkan monumen bagi Malala, dan harus ada tempat membaca di sudutnya. Anakku yang enam tahun bertanya apakah Malala punya binatang peliharaan dan siapa yang akan mengurus mereka sekarang".
Lewat organisasi amalnya, Education Partnership for Children of Conflict, Angelina Jolie juga menyumbangkan $50.000. Uang itu khusus untuk membantu pendidikan anak-anak di Afganistan dan Pakistan. Jolie bersama Tina Brown, bos Newsweek, pun membuat halaman donasi, bagi Malala pada situs Women in the World Foundation.
 Ini salah satu inspirasi buat kita kawan, mereka berjuang untuk pendidikan sedangkan kita disini sering kali mepermainkan pendidikan, karena memang begitu penting pendidikan.
"Tidurnya orang Alim itu lebih baik dari pada Ibadahnya orang bodoh"
“Uthlubul 'ilma minal mahdi ilal lahdi”.  Tuntutlah ilmu mulai buaian sampai liang lahat.
Mungkin inilah dasar yang dipakek untuk Malala.
Kalau Malala bisa dengan segala keterbatasan yang tersedia, kenapa kita tidak kawan.




Referensi :
http://www.dw.de/sweet-seventeen-malala-di-nigeria/a-17784702
http://international.okezone.com/read/2014/07/13/413/1012208/berikan-dukungan-malala-temui-korban-penculikan-boko-haram
http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2013-07-13/malala-yousafzai-remaja-perempuan-pakistan-yang-ditembak-taliban-berpidato-di-hadapan-pbb/1160762
http://www.jararsiahaan.net/2012/10/diary-malala-yousafzai.html



 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template