 |
| Malala Yousafzai |
Malala merupakan salah satu inspirasi bagi kita pelajar, gadis kelahiran 12 Juli, 1997
. Lahir dari suku Pusthun dan menganut agama Islam Sunni (Ahlu Sunnah Waljamaah). Namanya di ambil dari pejuang wanita suku Pusthun, Malala dari malawai, dia dibesarkan di Mingora. Dia merupakan seorang murid dan aktivis di Mingora di Distrik Swat. Dimana disana Taliban menguasainya dan melarang anak perempuan untuk sekolah atau menuntut ilmu terutama ilmu barat, sekarang telah berganti dengan buko haram yang didirikan tahun 2002 oleh Mohammed Yusuf. Kelompok ini menginginkan mendirikan negara islam murni, dinamakan buko haram karena mengharamkan pendidikan barat, bukan hanya pendidikan mendengarkan musikpun tidak diijinkan disana, menurut mereka pendidikan politik bahkan menggunakan kemeja ataupun pemilupun di anggap Ilegal. Mereka menginginkan nigeria menjadi negara islam.
Sudah sekitar 200 lebih siswi diculik, dan Malala merupakan yang beruntung bisa selamat setelah 2 tembakan di kepala dan lehernya dalam upaya pembunuhan oleh kelompok bersenjata Taliban ketika kembali pulang di bus sekolah, Malala sempat di rawat dipakistan namun kemudian dia harus dilarikan ke Inggris untuk dirawat di rumah sakit Bingmingham. Dia diincar karena pada awal tahun 2009, saat berumur sekitar 11 dan 12, Yousafzai menulis di blognya di bawah nama samaran untuk BBC secara mendetail tentang betapa mengerikannya hidup di bawah pemerintahan
Taliban, upaya mereka untuk menguasai lembah, dan pandangannya tentang mempromosikan pendidikan untuk anak perempuan. dan buko haram mulai melacaknya.
Setelah kesembuhannya, dunia mulai menyorotnya dan mendapat banyak penghargaan. Sembilan bulan setelah Taliban menembakkan pelurunya, karena menuntut pendidikan untuk anak perempuan di Lembah Swat tepuk tangan meriah dan gemuruh sambutan berkali-kali ketika berbicara di hadapan Majelis Pemuda Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dia memberikan pidato di depan ribuan pelajar diseluruh dunia dan semua salut dengan pidatonya. Dan dalam pidatonya Malala mengatakan bahwa serangan atas dirinya tidak mengubah semangatnya untuk membela pendidikan bagi anak perempuan.
"Mari kita angkat buku dan pena kita, mereka adalah senjata yang terkuat," katanya.
"One Child, one Theacher, one book and one pen can change the world"
(Satu anak, satu guru, satu buku dan satu pen bisa merubah dunia)
Malala mengatakan dia tidak ingin melakukan tindakan balas dendam atas lelaki yang menembaknya.
"Saya ingin pendidikan bagi anak laki-laki dan perempuan para anggota Taliban dan teroris dan ekstremis," katanya.
"Pendidikan adalah satu-satunya solusi.
"Mereka
menembak teman-teman saya juga. Mereka kira peluru akan membungkam
kita. Tapi mereka gagal dan dari kebungkaman, kini muncul ribuan suara.
"Para teroris berpikir mereka bisa mengubah tujuan dan ambisi saya,
tapi tidak ada yang berubah dalam hidup saya kecuali ini: kelemahan,
rasa takut dan rasa putus asa telah mati.
"Saya tidak membenci
anggota Taliban yang menembak saya. Bahkan kalau ada senjata di tangan
saya dan dia ada di hadapan saya sekarang, saya tidak akan menembaknya."
Malala Yousafzai kini telah menjadi bintang global dan menjadi kandidat untuk hadiah Nobel untuk Perdamaian.
Dia
telah dinobatkan sebagai salah satu orang paling berpengaruh pada tahun
2013 oleh majalah Time dan dikabarkan mendapak kontrak senilai 3 juta
dolar AS untuk sebuah buku mengenai dirinya, tapi Taliban telah jelas
mengatakan dia tetap menjadi sasaran.
Malala sangat berdampak besar untuk pendidikan global, Malala Yousafzai memberikan sebuah petisi yang telah ditanda tangani
oleh empat juta orang untuk mendukung 57 juta anak-anak di seluruh dunia
yang tidak bisa bersekolah kepada sekjen PBB, Ban Ki-moon.
Petisi
tersebut memyerukan pemimpin dunia untuk mendanai guru-guru, buku dan
sekolah selain mengakhiri perburuhan anak, pernikahan terlalu muda dan
penyelundupan anak.
Bahkan Angelina Jolie
bintang film yang aktif dalam sosial, seperti membantu korban perang, masalah pendidikan, kesehatan,
dan anak-anak di negara-negara miskin, serta mengadopsi anak-anak yatim
piatu dari berbagai suku bangsa—langsung menulis satu artikel khusus di
Daily Beast. Pada esai pendek bertitel
Kita semua adalah Malala itu Angelina menulis:
"Anak-anakku bertanya mengapa Malala ditembak. Aku jawab, karena
pendidikan adalah hal yang sangat kuat. Anakku yang berusia delapan
tahun meminta agar dibuatkan monumen bagi Malala, dan harus ada tempat
membaca di sudutnya. Anakku yang enam tahun bertanya apakah Malala punya
binatang peliharaan dan siapa yang akan mengurus mereka sekarang".
Lewat organisasi amalnya, Education
Partnership for Children
of Conflict, Angelina Jolie juga menyumbangkan $50.000. Uang itu khusus
untuk membantu pendidikan anak-anak di Afganistan dan Pakistan. Jolie
bersama Tina Brown, bos
Newsweek, pun membuat halaman donasi, bagi Malala pada situs Women in the World Foundation.
Ini salah satu inspirasi buat kita kawan, mereka berjuang untuk pendidikan sedangkan kita disini sering kali mepermainkan pendidikan, karena memang begitu penting pendidikan.
"Tidurnya orang Alim itu lebih baik dari pada Ibadahnya orang bodoh"
“Uthlubul 'ilma minal mahdi ilal lahdi”. Tuntutlah ilmu mulai buaian sampai liang lahat.
Mungkin inilah dasar yang dipakek untuk Malala.
Kalau Malala bisa dengan segala keterbatasan yang tersedia, kenapa kita tidak kawan.
Referensi :
http://www.dw.de/sweet-seventeen-malala-di-nigeria/a-17784702
http://international.okezone.com/read/2014/07/13/413/1012208/berikan-dukungan-malala-temui-korban-penculikan-boko-haram
http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2013-07-13/malala-yousafzai-remaja-perempuan-pakistan-yang-ditembak-taliban-berpidato-di-hadapan-pbb/1160762
http://www.jararsiahaan.net/2012/10/diary-malala-yousafzai.html