Monday, 8 September 2014

Tasbih kami

Hari ini masih dengan pertanyaan yang sama
Siapakah yang akan syahid hari ini?
Rumah siapakah yang akan kau porak-porandakan hari ini?
Sampai berapa lama mereka menjalankan buldosernya di atas gubuk kami?
Berapa lama mereka acungkan senjata ke kami?
Berapa banyak peluru yang mereka terbangkan  ke kami?
Kapankah berakir jeritan itu?
“Aina abi, aina ummi?”
Dimana ayahku, dimana ibuku?
Berapa banyak anak yang harus membopong adiknya sendiri tanpa ayah  bunda?
Sampai kapan bising gemuruh roket berterbangan itu berhenti?
Kapan tiba masanya mereka pergi dan tidak kembali?
Tuan, terbuat dari apakah hatimu?
Mungkinkah percikan neraka jahanam?
Tuan, tidak lelahkah engkau?
Tuan, taukah engkau?
Satu syahid tidak membuat kami menarik kaki
Satu syahid membuat kami pasang nyali
Satu syahid membakar kobaran api semangat kami
Satu syahid menuntun kami untuk melanjutkan misinya
Iya tuan, melanjutkan misinya
Menjaga Al-Aqso kami
Karena surga jaminan kami tuan
Sedikitpun tidak ada niat kami untuk lari
Palestina,
Bumi para nabi
Mana mungkin kami meninggalkannya tuan?
Sekalipun tubuh kami tercincang layaknya daging sapi
Tapi, taukah kau tuan?
Ini jihad kami
Cucuran darah kami bertasbih,
Jeritan kami pun bertasbih
Bahkan air mata kami pun bertasbih
Tuanku, walau malam kami tidak seindah malammu
Tapi kami yakin ada satu dari golonganmu
Yang tidak dapat memejamkan mata karena kebiadabanmu
Tuhanku tidak tidur tuan

Kau satu kami seribu 

0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template