Saturday, 30 April 2016

“Sampyan kagungan Gusti Allah, sambat datang Gusti Allah.”

Terimakasih Gusti, Kau hadirkan Ia untuk mengingatkanku akan Kuasamu. Terimakasih Kau kabulkan doaku ingin bersanding dengan orang yang senantiasa mampu menambah cintaku kepadaMu. Tata niat kami hingga menuju kesana, ijinkan Kami semakin cinta dan sayang kepadaMu. Ijinkan pertemuan kami menjadi jalan untuk Taqorrub kepadamu. Persatukan kami, jadikan kami golongan yang senantiasa mengagungkan namaMu, tak melupakan kewajiban dan sunnah-sunnahMu. Jadikan Al-Quran, hadist, ijma dan qiyas sebagai pedoman kami dalam melangkah. Jadikan dhuha, tahajjud dan siam kebiasaan kami kelak ketika berumah tangga. Allahummaj alna min ahli qiyam, wassiam wal quran. Aamiin. 

Sunday, 10 April 2016

CINTA SESUNGGUHNYA

Puisi ini merupakan puisi yang sedang saya ikutkan dalam event "CIPTA PUISI NASIONAL: HIJRAH KE JALAN-MU "Bersama Nahima Indie Press. 
info lebih lanjut, silahkan klik disini

CINTA SESUNGGUHNYA
Fitri Andriana

Kelam menyelam
menjelma malam menelan
Ia menari girang menarik kaki jatuh ke jurang

Lampau
Itu dulu, kala Aku tak mengerti jika terang lebih nyaman
itu lalu, ketika senang menjelma sesaat
Sesal; pasti

Tuhan,
Jahiliyahku kembali Engkau renggut
Hitamku lenyap
Masaku tertabur bunga karena cinta
Malamku penuh sukur tak terduga

Kini Aku tau
Engkaulah Cinta sesungguhnya


Kediri, 10 April 2016



Monday, 4 April 2016

Kau tau, aku lebih suka bersembunyi dibalik rerumputan ini dan membiarkan tiada yang tau tetesan darah yang mengalir karena tancapan duri yang kuinjak. Biarkan kusembunyikan semua tanpa satu pun yang bertanya, “kau kenapa?” biarkan mereka merekam rekah bukan kuncup atau layuku.
Aku tau, jika aku tak setegar Fatimah azzahra atau bahkan sekokoh pendirian addawiyah. Aku hanya berharap Allah akan terus membantu menjadikan pribadi layaknya mereka.
Iya, memang benar tak ada pohon yang mampu berdiri kokoh. Angin mungkin menghempasnya. Namun, Aku tak ingin menjadi pohon atau angin pun aku tak tau ingin menjadi apa. Apakah inginku cita-cita atau entahlah.



Kediri, 7 Maret 2016

Wednesday, 30 March 2016

Jika memang jodoh Tuhan, pertemukan kami dalam mahligai suci. Bismillah, semua karenaMu. Tata niat kami agar jika takdir berkata lain tidak akan ada penyesalan karena cinta kami padamu. Tuntun kami Tuhan, bawa hati kami setia pada cintamu. Semua harapku ada di tanganmu tuhan. Aku tak tau kepada siapa kutaruh harapku selain kepadamu. Hamba yakin dan percaya, Kau akan memberikan kami lebih dari yg kami pinta.
Tuhan, sampaikan ini untuknya. Aku menginginkannya, namun tak bisa dipungkiri bahwa laluku sungguh menjijikan untuk dipandang. Tapi Aku tau, ia datang karenamu dan panggilan taubatku. Kupasrahkan semua, berhrap yg terbaik untuk kami. Keputusan memang ditangan kami, namun penentunya adalah engkau. Jika kami tersangka maka engkau hakimnya.

Tuhan sampaikan padanya, dengan rupaku yg tak sempurna, agamaku yg masih jauh darinya, harta yg tidak ada apanya, Ku mohon bantu sempurnakan Aku.

Tuesday, 29 March 2016

Ada sesuatu yang semakin memantapkan hatiku. Ketika kudengar semuanya, yang menarik adalah tentang pangabdianmu serta bagaimana gus kecil yg membawa hatimu mendekatiku.
"Janjinya tidak akan menikah sampai gus kecil besar mbak, dan heranya gus kecil juga mulai mendekati smpyan mulai setelah kami umrah. Iya to?" Aku hanya mengangguk.
"Mungkin karena hatinya, membawa gus kecil mendekatimu."

Lagi-lagi...
entahlah!

Kan kuceritakan padamu Sahabat, tentang kabar bahagia yg sungguh bisa membuatku kembali bersimpuh dengan tangis dimalamku. Kukabarkan padamu sahabat, tentang sukur yg lama mati telah terlahir kembali. Semua karena nikmatnya. Semoga Tuhan membantuku menahan nafsu hingga kepastian itu tiba. Membimbing sampai faham hadir, meluruskan jika bengkok terasa, menuntun jika buta menyapa, menggiring sampai ke tujuan yg dicita-citakan. Aamiin

Bunga mulai bermekaran mengisi hampa penantian. Ia datang, sungguh bagi kalian yang tidak percaya, Ia datang karena do'a. Allah yang membawanya. Kalian tau bagaimana Aku dulu, bagaimana perjalananku hingga kutetapkan untuk bersimpuh kepadaNya, kupasrahkan semua dan hanya percaya pada doa. Kini Ia datang, dan Tuhan yang membawanya.
Dia yang selalu kupinta dalam doa.

Monday, 28 March 2016

Malam ini, kabar bahagia yang datang membuatku larut dalam tangis haru. Kusimpuhkan diriku, kutarik napas menghayati setiap ayat yg kubaca. Dengan tersedu-sedu disela taubat, tasbih dan hajat, ku memohon ampunan atau semua dosaku. Gusti, jenengan bahkan memberikan yang kupinta tapi Aku? Aku terlalu lalai. Lupa malam. Lupa semua kewajiban. Tapi kau mendengar doaku. Dia benar-benar karenamu. Jika bukan karena gusti terus siapa lagi? Kita bahkan bersua hanya bisa dihitung saja. Bercakap dua atau tiga. Namun? Alhamdulillah, terimakasih Tuhan. Kini Aku semakin percaya bahwa ada cinta dalam doa. Percaya  membawa Ia datang.

Tuan, Kau sungguh masih asing bagiku. Ajari aku.

Gusti, kenapa terasa sangat canggung? Whats wrong with me? Senang, namun ada sesuatu yang masih mengganjal. Iyakah? Benarkah? Mungkin jika ada kepastian akan hilang rasa ini.
Namun, apa yg bisa aku bawa untuk menuju kesana. Jenengan tau, hambamu ini hamba manja, modal saya berangkat hanya bismillah dan niat menyempurnakan agama. Siapa yang tau Ia dan bagaimana Ia kalau bukan engkau Gusti. Jika memang semua ini kehendakmu beri kelancaran, mudahkan semuanya. Bimbing hamba menjadi wanita layaknya Ummu aisyah atau Fatimah. Sungguh, jika Ia harus seperti apa dan bagaimana? Tunjukan Gusti.

Sembari menunggu, ijinkan hamba meluapkan sukur. Memperbaiki diri. Istiqomahkan dan beri kekuatan hingga kepastian dan hari itu datang.

Ngk, 28 Maret

Sunday, 27 March 2016

Gusti, aku tak mengerti haruskah senang atau seperti apa? Sungguh aku tak percaya, engkau bahkan mengabulkan permintaanku yang tersirat itu.
Aku menyesal karena tidak mau menunggu, Aku menyesal karena lama melalaikanmu.
Igfirli gusti,, igfirli... seperti ada sesuatu yg menghajarku kali ini.
Semoga menjadi awal yg baik.

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template