Gusti, kenapa terasa sangat canggung? Whats wrong with me? Senang, namun ada sesuatu yang masih mengganjal. Iyakah? Benarkah? Mungkin jika ada kepastian akan hilang rasa ini.
Namun, apa yg bisa aku bawa untuk menuju kesana. Jenengan tau, hambamu ini hamba manja, modal saya berangkat hanya bismillah dan niat menyempurnakan agama. Siapa yang tau Ia dan bagaimana Ia kalau bukan engkau Gusti. Jika memang semua ini kehendakmu beri kelancaran, mudahkan semuanya. Bimbing hamba menjadi wanita layaknya Ummu aisyah atau Fatimah. Sungguh, jika Ia harus seperti apa dan bagaimana? Tunjukan Gusti.
Sembari menunggu, ijinkan hamba meluapkan sukur. Memperbaiki diri. Istiqomahkan dan beri kekuatan hingga kepastian dan hari itu datang.
Ngk, 28 Maret
0 comments:
Post a Comment