Saturday, 30 April 2016
Sunday, 10 April 2016
CINTA SESUNGGUHNYA
Monday, 4 April 2016
Wednesday, 30 March 2016
Jika memang jodoh Tuhan, pertemukan kami dalam mahligai suci. Bismillah, semua karenaMu. Tata niat kami agar jika takdir berkata lain tidak akan ada penyesalan karena cinta kami padamu. Tuntun kami Tuhan, bawa hati kami setia pada cintamu. Semua harapku ada di tanganmu tuhan. Aku tak tau kepada siapa kutaruh harapku selain kepadamu. Hamba yakin dan percaya, Kau akan memberikan kami lebih dari yg kami pinta.
Tuhan, sampaikan ini untuknya. Aku menginginkannya, namun tak bisa dipungkiri bahwa laluku sungguh menjijikan untuk dipandang. Tapi Aku tau, ia datang karenamu dan panggilan taubatku. Kupasrahkan semua, berhrap yg terbaik untuk kami. Keputusan memang ditangan kami, namun penentunya adalah engkau. Jika kami tersangka maka engkau hakimnya.
Tuhan sampaikan padanya, dengan rupaku yg tak sempurna, agamaku yg masih jauh darinya, harta yg tidak ada apanya, Ku mohon bantu sempurnakan Aku.
Tuesday, 29 March 2016
Ada sesuatu yang semakin memantapkan hatiku. Ketika kudengar semuanya, yang menarik adalah tentang pangabdianmu serta bagaimana gus kecil yg membawa hatimu mendekatiku.
"Janjinya tidak akan menikah sampai gus kecil besar mbak, dan heranya gus kecil juga mulai mendekati smpyan mulai setelah kami umrah. Iya to?" Aku hanya mengangguk.
"Mungkin karena hatinya, membawa gus kecil mendekatimu."
Lagi-lagi...
entahlah!
Kan kuceritakan padamu Sahabat, tentang kabar bahagia yg sungguh bisa membuatku kembali bersimpuh dengan tangis dimalamku. Kukabarkan padamu sahabat, tentang sukur yg lama mati telah terlahir kembali. Semua karena nikmatnya. Semoga Tuhan membantuku menahan nafsu hingga kepastian itu tiba. Membimbing sampai faham hadir, meluruskan jika bengkok terasa, menuntun jika buta menyapa, menggiring sampai ke tujuan yg dicita-citakan. Aamiin
Bunga mulai bermekaran mengisi hampa penantian. Ia datang, sungguh bagi kalian yang tidak percaya, Ia datang karena do'a. Allah yang membawanya. Kalian tau bagaimana Aku dulu, bagaimana perjalananku hingga kutetapkan untuk bersimpuh kepadaNya, kupasrahkan semua dan hanya percaya pada doa. Kini Ia datang, dan Tuhan yang membawanya.
Dia yang selalu kupinta dalam doa.
Monday, 28 March 2016
Malam ini, kabar bahagia yang datang membuatku larut dalam tangis haru. Kusimpuhkan diriku, kutarik napas menghayati setiap ayat yg kubaca. Dengan tersedu-sedu disela taubat, tasbih dan hajat, ku memohon ampunan atau semua dosaku. Gusti, jenengan bahkan memberikan yang kupinta tapi Aku? Aku terlalu lalai. Lupa malam. Lupa semua kewajiban. Tapi kau mendengar doaku. Dia benar-benar karenamu. Jika bukan karena gusti terus siapa lagi? Kita bahkan bersua hanya bisa dihitung saja. Bercakap dua atau tiga. Namun? Alhamdulillah, terimakasih Tuhan. Kini Aku semakin percaya bahwa ada cinta dalam doa. Percaya membawa Ia datang.
Tuan, Kau sungguh masih asing bagiku. Ajari aku.
Gusti, kenapa terasa sangat canggung? Whats wrong with me? Senang, namun ada sesuatu yang masih mengganjal. Iyakah? Benarkah? Mungkin jika ada kepastian akan hilang rasa ini.
Namun, apa yg bisa aku bawa untuk menuju kesana. Jenengan tau, hambamu ini hamba manja, modal saya berangkat hanya bismillah dan niat menyempurnakan agama. Siapa yang tau Ia dan bagaimana Ia kalau bukan engkau Gusti. Jika memang semua ini kehendakmu beri kelancaran, mudahkan semuanya. Bimbing hamba menjadi wanita layaknya Ummu aisyah atau Fatimah. Sungguh, jika Ia harus seperti apa dan bagaimana? Tunjukan Gusti.
Sembari menunggu, ijinkan hamba meluapkan sukur. Memperbaiki diri. Istiqomahkan dan beri kekuatan hingga kepastian dan hari itu datang.
Ngk, 28 Maret
Sunday, 27 March 2016
Gusti, aku tak mengerti haruskah senang atau seperti apa? Sungguh aku tak percaya, engkau bahkan mengabulkan permintaanku yang tersirat itu.
Aku menyesal karena tidak mau menunggu, Aku menyesal karena lama melalaikanmu.
Igfirli gusti,, igfirli... seperti ada sesuatu yg menghajarku kali ini.
Semoga menjadi awal yg baik.