Kini aku tau kenapa kau melarangku, kini aku mengerti kenapa kau sangat marah dan tidak suka dengannya. Semua jawaban itu sudah terpangpang jelas ayah, aku menyesal bahkan sangat menyesal kenapa aku tidak mendengarkan semua perkataanmu. Kini aku hanya dapat dilumuri sesal dan tidak tau apa yang akan terjadi ke depan. Seperti memandang suram ke depan dan sedikitpun aku tak berani mengatakan sejujurnya kepada semuanya, memandang diriku sendiri saja aku malu, tapi satu keyakinnanku yang memperbaiki diri pasti akan bertemu pula orang yang memperbaiki diri.
Sudah beberapa bulan aku mencoba untuk bangkit ketika jalan Allah yang aku pilih, hubungan 5 tahun bukanlah sebentar, dia selalu menuruti bahkan memberi apa yang aku inginkan apa yang aku mau. Gengsi mengalahkan segalanya tak tau itu dosa atau tidak, tak pernah ku dengar apa kata ayah bunda, salah pergaulan tepatnya membuat aku lupa semuanya, aturan akan agama bahkan pendidikan pesantren yang aku jalani 3 tahunpun tidak ada artinya. 5 tahun aku jalani hubungan yang dilarang agama bukan hanya itu berbohong menjadi kebiasaan. Tidak bisa dihitung berapa banyak aku membuat orang tuaku menangis hanya karena seorang laki-laki yang tidak jelas pasti, pernah suatu ketika bunda memang benar-benar sangat marah karena aku menuruti laki-laki yang saat itu menjadi pacarku mengikuti suatu kegiatan hingga larut malam, aku tak pernah berfikir betapa bingungnya beliau, aku tak pernah berfikir bagaimana perasaannya, aku turuti keinginanku tanpa melihat orang yang memperjuangkanku. Tapi, semua berakir ketika aku mulai 1 tahun bekerja dan mulai memasuki dunia perkuliahan, ketika aku bertemu dengan orang-orang membuatku iri akan kesungguhnya untuk menjadi muslimah sejati. Seorang ustad berkata "Orang yang memperbaiki diri pasti akan bertemu dengan orang yang memperbaiki diri pula, jadi udah putuskan saja," kata itu membuatku benar-benar tersentak. Sudah lama semenjak aku mengenal seorang teman yang berdiri tegak dengan keteguhan imannya, ingin rasanya memutuskannya tapi masih belum berani tapi ketika aku mendengar ceramah ustad tadi langsung tanpa basa-basi aku memutuskan semuanya, begitu rumit untuk pertamanya karena memang dia tidak bisa menerima semuanya, tapi entahlah kuasa Allah yang menjawab semuanya, kini tinggal memsrahkan semuanya dan proses untuk semakin mendekatkan diri kepadanya. Biarkan Allah yang menjawab, aku yakin akan kekutannya dan ketika pikiran terganggu oleh dunia yang semua cukup menadahkan tangan dan memohon kepadanya, bukan hanya sekali bahkan berkali-kali Allah menjawab semuanya tapi anehnya kenapa aku beru menyadarinya.
faiinamaal usri yusro, inna maal usri yusro,,,,
subhannallah sungguh
fabiayyi ala irobbikuma tukaddiban.
Sunday, 28 September 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment