Saturday, 10 October 2015

Jodoh dijodohkan

Mentari mulai menampakkan senyum manis di wajahnya. Semua berubah ketika tuhan mengganti malam menjadi pagi, pun semua beban terbawa mimpi mengarungi gelap. Seperti biasanya, rutinitas jika libur kerja adalah mengantar emak ke pasar. Imaji adalah hal yang menyenangkan untuk diselami ketika merasa sangat membosankan menunggu. Remang-remang terdengar bising bapak- bapak dan ibu-ibu yang membicarakan rekannya.
"Oalah ini tadi anaknya emak to?" Kata seseorang yang duduk disampingku. Makku hanya menyautnya dengan senyuman. Percakapan semakin panjang ketika mereka mengatakan masalah jodoh. Yang mau memperkenalkan dengan anaknyalah, saudaranya, bahkan tetangga. Haiiissshh...
"Kenapa gak dibawa dari dulu? Sahut salah satu rekan mak.
"Hellooo... Terus ngapain?" Batinku.
"Anak sekarang itu mana mau dijidohkan, facebook aja sak duambrek karek milih." Ujar seorang Ibu-ibu parubaya sambil berlalu.
"Ohh.. Noo... Gue berbeda kali bude, tapi bukan berarti Gue orang lama. Jika yg lain berfikir demikian maka aku tidak."
Dulu memang aku paling tidak suka dengan yang namanya perjodohan, tapi seiring berjalannya waktu, aku sadar bahwa belum tentu pilihanku yang terbaik. Toh! Mana ada orang tua yg menginginkan yang buruk? Gak adakan? Termasuk masalah jodoh.

0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template