Cinta bukanlah perkara nyanyian manis berbungkus nafsu saja tapi cinta juga butuh komitmen untuk tetap istiqomah menuju ridhoNya cah. Maka dari itu ayo kita jadi muslimah cerdas! yang mrngedepankan akhlaq dan intelektual yang tinggi.
"Muslimah kok bodoh."
Hadeehh udah gak jaman kali cah, sekarang ntuh 2015 gak cerdas itu gak keren. Buktikan kepada dunia bahwa intelek- intelek di dunia ini diisi oleh muslim dan muslimah.
Buktikan bahwa kita muslimah berakhlak pun berprestasi. Ingat cah! Kita makhluk sempurna yang diberi kesempatan berfikir jadi apa gunanya otak kita jika hanya disimpan rapi dalam lemari.
Wednesday, 14 October 2015
Ayo jadi muslimah cerdas!
Monday, 12 October 2015
Teruntukmu sayang!
Diamlah sebentar saja, jangan kau bawa aku hanyut dalam
kelam yang petang.
Ku mohon! Jangan kau biarkan buliran mengalir di pipi.
“syafakillah syifaan
ajilan , syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman” aamiin.
Sayang, kau mutiara yang berharga di keluarga, meski kau
jauh dari kami tapi setidaknya pintaku hanya jaga kesehatanmu. Bagaimana rasanya
jika hati ini ditumpuk rindu dan pilu karena kabar bahwa Allah sedang mengujimu
dengan sakit. Kau tau! Betapa bangganya kakakmu ini memiliki adik sepertimu
yang mampu membanggakan emak dan bapak.
Aku pun sering kali iri.
Ingin rasanya, aku kembali menjadi
adikmu, karena memang aku merasa tak pantas menjadi seorang kakak.
Sayang, bagaimana aku harus mengatakan kepada mereka akan
kabarmu? Jika mulutku saja hanya mampu bungkam.
Jaga dirimu sayang, perjalanan kita masih panjang untuk
memulyakan mereka.
Kdr, 12-10-2015
Di pojok kamar seorang remaja meminta agar dunia tak lagi mengoyaknya. Ia terus memutar butiran- butiran melingkar di tangan, berharap satu persatu kelam bersama alunan nada cinta yang Ia dendangkan.
"Oh...Robby! Terimakasih, tak Kau cabut uratku kala gelap menyelimuti hati. "Terimakasih, karena Engkau masih mau mendengar pun mengabulkan pinta, walau acap kali godaan iblis melupakanMu."
"Oh...Robby! Terimakasih, tak Kau cabut uratku kala gelap menyelimuti hati. "Terimakasih, karena Engkau masih mau mendengar pun mengabulkan pinta, walau acap kali godaan iblis melupakanMu."
Sunday, 11 October 2015
Penghulu Abjad
Ia lenyap dalam buaian abjad
Memasangkan vokal dengan konsonan
Mengitari malam penuh rayuan
Kau tau, siapa Ia?
Penghulu abjad
Pemersatu cinta, lewat dengungan kata di ujung jarinya
Satu persatu, hingga kata 'Sah' muncul dari sanubari
Kau Peng-hu-lu a-b-j-a-d
Saturday, 10 October 2015
Hal yang paling membosankan adalah bertemu dengan dia ;
Resah. Godaan setan yang menyebalkan. Aku membenci resah, Ia hanya menjadi taazur untuk setiap langkahku. Kedatangannya
hanya merusak semua suasana. Merubah kilauan cahaya di hati menjadi pekat. Bagaimana
cara mengusirnya?
Oh.. Tuhan!
Sepak dia, gantikan resah menjadi bahagia yang tak terkira. Sehingga
tak ada murung menghampiri atau jenuh seorang diri.
Mata cinta
Kau tau apa yang paling aku suka darimu?
Tatapan matamu,
Tatapan matamu yang tak pernah berbohong.
Tatapan matamu yang tak lelah bercerita.
Kini Ia telah bersatu dalam hatiku, menjadi panca indra terakhir yg tak boleh pergi meninggalkanku.
Menemaniku menepis hari dengan rayuan canda berirama merdu.
Ia cinta, mata cinta
Jodoh dijodohkan
Mentari mulai menampakkan senyum manis di wajahnya. Semua berubah ketika tuhan mengganti malam menjadi pagi, pun semua beban terbawa mimpi mengarungi gelap. Seperti biasanya, rutinitas jika libur kerja adalah mengantar emak ke pasar. Imaji adalah hal yang menyenangkan untuk diselami ketika merasa sangat membosankan menunggu. Remang-remang terdengar bising bapak- bapak dan ibu-ibu yang membicarakan rekannya.
"Oalah ini tadi anaknya emak to?" Kata seseorang yang duduk disampingku. Makku hanya menyautnya dengan senyuman. Percakapan semakin panjang ketika mereka mengatakan masalah jodoh. Yang mau memperkenalkan dengan anaknyalah, saudaranya, bahkan tetangga. Haiiissshh...
"Kenapa gak dibawa dari dulu? Sahut salah satu rekan mak.
"Hellooo... Terus ngapain?" Batinku.
"Anak sekarang itu mana mau dijidohkan, facebook aja sak duambrek karek milih." Ujar seorang Ibu-ibu parubaya sambil berlalu.
"Ohh.. Noo... Gue berbeda kali bude, tapi bukan berarti Gue orang lama. Jika yg lain berfikir demikian maka aku tidak."
"Kenapa gak dibawa dari dulu? Sahut salah satu rekan mak.
"Hellooo... Terus ngapain?" Batinku.
"Anak sekarang itu mana mau dijidohkan, facebook aja sak duambrek karek milih." Ujar seorang Ibu-ibu parubaya sambil berlalu.
"Ohh.. Noo... Gue berbeda kali bude, tapi bukan berarti Gue orang lama. Jika yg lain berfikir demikian maka aku tidak."
Dulu memang aku paling tidak suka dengan yang namanya perjodohan, tapi seiring berjalannya waktu, aku sadar bahwa belum tentu pilihanku yang terbaik. Toh! Mana ada orang tua yg menginginkan yang buruk? Gak adakan? Termasuk masalah jodoh.
Sunday, 4 October 2015
Penjilat Sebenarnya
Penjilat
Sebenarnya
Karya : Fitri Andriana
Disana seorang kakek duduk bercerita, tentang masa
yang indah katanya
Rayap-rayap menggerogoti hingga tak tersisa
Semut menggigit menyisakan luka
Tetesan peluh menggumpal ;geram
“Bagaimana
nasib bangsa, jika pemudanya diperodoh yang bodoh?” Tanyanya
Entahlah!
Rakus menjelma menjadi setan suci tak berdosa
Manusia termatikan benda mati
Menghasut, menggeret pun menyeret
Moral tergadai akhlak mengandai
Kursi raja menggoda ;merubahnya
Iblis bersemayam dalam dada, hingga Ia menjadi
penjilat sebenarnya
Kediri,
27 September 2015
Wanita Tereksekusi
Wanita
Tereksekusi
Karya : Fitri Andriana
Dunia sungguh kejam!
Memenjaraku dalam jeruji berapi
Membelengguku dengan rantai besi
Mengepungku penuh umpatan benci
Oh, Tuan. . .
Busa dimulutmu bahkan tak mampu menyapu sialku
Hanya celoteh basi tak berisi
Jika malam jalanku, itu pilihan bukan kesalahan
Siangku lelap, malamku lenyap
Berteman dengan buaya-buaya bringas, lampiasan nafsu
bejat
Ini jalanku tuan!
Makan atau mati?
Terkapar atau lapar?
Caci atau nasi?
Aku ;wanita tereksekusi dari cahaya nurani
Kediri, 27 September 2015
Subscribe to:
Posts (Atom)