Diamlah sebentar saja, jangan kau bawa aku hanyut dalam
kelam yang petang.
Ku mohon! Jangan kau biarkan buliran mengalir di pipi.
“syafakillah syifaan
ajilan , syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman” aamiin.
Sayang, kau mutiara yang berharga di keluarga, meski kau
jauh dari kami tapi setidaknya pintaku hanya jaga kesehatanmu. Bagaimana rasanya
jika hati ini ditumpuk rindu dan pilu karena kabar bahwa Allah sedang mengujimu
dengan sakit. Kau tau! Betapa bangganya kakakmu ini memiliki adik sepertimu
yang mampu membanggakan emak dan bapak.
Aku pun sering kali iri.
Ingin rasanya, aku kembali menjadi
adikmu, karena memang aku merasa tak pantas menjadi seorang kakak.
Sayang, bagaimana aku harus mengatakan kepada mereka akan
kabarmu? Jika mulutku saja hanya mampu bungkam.
Jaga dirimu sayang, perjalanan kita masih panjang untuk
memulyakan mereka.
Kdr, 12-10-2015
0 comments:
Post a Comment