Di pojok kamar seorang remaja meminta agar dunia tak lagi mengoyaknya. Ia terus memutar butiran- butiran melingkar di tangan, berharap satu persatu kelam bersama alunan nada cinta yang Ia dendangkan.
"Oh...Robby! Terimakasih, tak Kau cabut uratku kala gelap menyelimuti hati. "Terimakasih, karena Engkau masih mau mendengar pun mengabulkan pinta, walau acap kali godaan iblis melupakanMu."
Monday, 12 October 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment