Saturday, 4 July 2015

Aish Sudah Kembali

Cinta akan lebih indah jika ia datang disaat yang tepat. Seperti halnya Ia yang lebih memilih keluar dari masa jahiliyahnya. Aisyah, seorang gadis dengan latar belakang agama yang kuat bahkan pernah tersesat dan terperangkap bujuk rayu setan.
“ Maafin Aish umi, Aish sudah kembali.” Butiran tulus mulai keluar dari mata mungilnya.
Setelah tiga tahun lamanya Ia mengabaikan keluarga bahkan tak mendengar nasehat kedua orang tuanya, kini Ia kembali. Aish gadis kecil yang dirindukan ibunya. Ia sangat menyesal karena tidak mendengarkan uminya untuk tidak berpacaran. Tepat tiga tahun yang lalu,
“ Aish, kamu ini masih sangat kecil untuk mengenal cinta.” Tutur uminya, saat itu memang Aish masih berumur limabelas tahun. Semenjak ditinggal ayahnya Aish mulai berubah drastis. Dunia malam menenggelamkannya. Apalagi semenjak Ia mengenal Yudi, seorang laki-laki nasrani yang membuatnya semakin jauh dari Allah.
“ Umi tau apa soal cinta, sudah umi tidak usah pikirin Aish. Toh, Yudi juga biasanya yang ngasih uang Aish.” Bentak Aish pada uminya.
“ Nak, Umi tidak ingin kamu kenapa-kenapa.”
“ Sudahlah umi, Aish udah bukan anak SD lagi. Aku udah tau mana yang baik dan buruk, udah umi urusin cucian saja.”
Begitulah Aish dulu ketika dinasehati uminya. Tak ada henti-hentinya uminya berdo’a agar Aish kembali. Sampai akirnya Aish bertemu dengan Ahmad, laki-laki yang membawanya kembali.
***
“ Assalamualaikum, mbak! Saya lihat sudah hampir dua jam mbknya termenung dibawah jembatan ini mbk. Apa tidak sebaiknya mbaknya pulang? “ sapa Ahmad malam itu, Ia merasa kasihan melihat Aish yang duduk termenung dengan tatapan kosong.
“ Siapa kamu? Pergi sana, semua laki-laki sama saja.” Seketika Aish menjerit dan menangis sejadi-jadinya. Ahmad pun mulai duduk disampingnya, Ahmad tau dari wajah Aish tampak dia sedang ada masalah.
“ Tak ada di dunia ini yang tak memiliki masalah, termasuk saya mbak. Saya bahkan cuma anak panti yang beruntung bisa mendapatkan orang tua asuh. Sejak kecil saya tidak tau bagaimana ibu dan bapak saya. Tetapi Alhamdulillah, Allah masih memberi saya hidup sehingga saya mampu mendo’akan mereka. Masih banyak orang yang kurang beruntung dari pada kita mbak. Apa dengan seperti ini masalah mbaknya selesai? “
Aish masih terus menangis dan Ahmadpun terus menghiburnya, menceritakan tentang kisah-kisah sahabat yang kurang beruntung lainnya. Aish mulai larut dan teringat akan semua dosa-dosanya dimasa lampau, Ia hanya terdiam dan mendengarkan Ahmad bercerita.
“ Mas, ajarkan aku untuk kembali!.” Pinta Aish lirih sembari mengusap air matanya.
Permintaan Aish seketika menggetarkan hati Ahmad, “subhannallah” batin Ahmad. Aish mulai menceritakan semua masalahnya kepada Ahmad termasuk tentang yudi yang selingkuh dan meninggalkannya begitu saja, sehingga membuatnya menjadi seperti ini. Ahmad mengajaknya ke pesantren, dan Aish pun memutuskan untuk tidak pulang ke rumah sampai ia bisa benar-benar memperbaiki dirinya.
***
Satu bulan berlalu, umi Aish sangat kebingungan. Tak henti-hentinya Ia berdo’a dan memohon kepada Allah agar Aish segera pulang. Pintu rumahnya pun  tak pernah Ia kunci supaya ketika Aish pulang, tidak perlu mengetuk atau memanggil uminya. Badannya kurus kering, matanya sembab karena terus menangis disetiap malam. Tiba-tiba,
“ Aish!” Ia terdiam, memandang seseorang yang berdiri didepan pintu. Balutan jilbab biru menambah parasnya terlihat sangat cantik, memang Aish terkenal sebagai kembang desa di kampungnya.
“ Assalamualaikum, kenapa umi jadi kurus seperti ini. Maafkan Aish umi!” Ia menghampiri Ibunya dan memeluknya erat-erat, mereka hanyut dalam haru.
“ Maafkan Aish umi, Maafkan Aish, Maafkan Aish…” Kalimat tesebut tak henti-hentinya keluar dari bibir Aish.
“ Sudahlah nak! Tak perlu ada yang disesali.” Umi mengusap air mata yang mengalir dipipi Aish.
Aish menceritakan semua yang terjadi dan apa yang dilakukan selama ini serta mengenalkan Ahmad, yang telah membuatnya seperti ini.
Kini Aish sudah kembali, menjadi muslimah yang anggun dan taat beragama, taat kepada orang tua serta mulai memperdalam ilmu agama yang lama ia tinggalkan.


0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template