Sunday, 28 September 2014

KAPAN AKU BERANI MENGATAKAN?

Tak pernah terbayang dalam anganku
Menuliskan kata untukmu
Egois menjadi raja yang berkuasa
Aku malu, bahkan sungguh malu dan sangat malu
Berucap sayangpun tak pernah
Bunda, bodohnya aku
Yang tidak menjadikanmu orang pertama
Padahal kau selalu yang pertama
Dan kata itu
Dan kata itu untuk orang yang salah bunda
Dan kenapa aku baru menyadarinya
Dan kenapa aku baru mengerti semuanya
Akan lelahmu yang engkau sembunyikan
Akan kesahmu yang tak pernah engkau keluhkan
Akan makan yang kadang engkau tunda
Akan sakit yang tak pernah engkau rasa
Kenapa aku baru menyadarinya bunda?
Kenapa?
Ketika tuamu tiba
Ketika linu yang sering melanda
Ketika engkau sering berbaring hanya karena nanda
Ketika aku tak tau kapan hari itu tiba
Hari dimana tak ada tempatku bersandar
Hari dimana tak ada tempat untuk melepas penat
Hari dimana tak dapat kuliat senyum manismu
Hari dimana tak ada yang menungguku di depan pintu
Hari dimana tak ada yang mengingatkanku
Hari dimana kain kafan membalutmu
Aku tak inginkan itu bunda
Aku tak inginkan itu tiba bunda
Aku ingin mengelak
Tapi apa daya aku hamba yang hanya bisa meminta
Bunda aku tak tau apa keinginan terbesarmu
Satu yang belum bisa kupersembahkan untukmu
Tapi apakah aku bisa mengalahkan egoku?
Kapan aku bisa mengatakan itu bunda?
Kapan aku punya nyali?
Kapan aku bisa menghapus malu yang masih menyelimuti diri?
Kapan aku berani untuk ungkapkan bunda
Kapan bunda, kapan?
Kapan aku berani katakan?
aku sayang bunda, aku sayang bunda

dan sangat sayang bunda

0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template