Tak
pernah terbayang dalam anganku
Menuliskan
kata untukmu
Egois
menjadi raja yang berkuasa
Aku
malu, bahkan sungguh malu dan sangat malu
Berucap
sayangpun tak pernah
Bunda,
bodohnya aku
Yang
tidak menjadikanmu orang pertama
Padahal
kau selalu yang pertama
Dan
kata itu
Dan
kata itu untuk orang yang salah bunda
Dan
kenapa aku baru menyadarinya
Dan
kenapa aku baru mengerti semuanya
Akan
lelahmu yang engkau sembunyikan
Akan
kesahmu yang tak pernah engkau keluhkan
Akan
makan yang kadang engkau tunda
Akan
sakit yang tak pernah engkau rasa
Kenapa
aku baru menyadarinya bunda?
Kenapa?
Ketika
tuamu tiba
Ketika
linu yang sering melanda
Ketika
engkau sering berbaring hanya karena nanda
Ketika
aku tak tau kapan hari itu tiba
Hari
dimana tak ada tempatku bersandar
Hari
dimana tak ada tempat untuk melepas penat
Hari
dimana tak dapat kuliat senyum manismu
Hari
dimana tak ada yang menungguku di depan pintu
Hari
dimana tak ada yang mengingatkanku
Hari
dimana kain kafan membalutmu
Aku
tak inginkan itu bunda
Aku
tak inginkan itu tiba bunda
Aku
ingin mengelak
Tapi
apa daya aku hamba yang hanya bisa meminta
Bunda
aku tak tau apa keinginan terbesarmu
Satu
yang belum bisa kupersembahkan untukmu
Tapi
apakah aku bisa mengalahkan egoku?
Kapan
aku bisa mengatakan itu bunda?
Kapan
aku punya nyali?
Kapan
aku bisa menghapus malu yang masih menyelimuti diri?
Kapan
aku berani untuk ungkapkan bunda
Kapan
bunda, kapan?
Kapan
aku berani katakan?
aku
sayang bunda, aku sayang bunda
dan
sangat sayang bunda
0 comments:
Post a Comment