Tuesday, 5 May 2015

Nantikan aku jika kau mampu.

Angin malam berhembus membawa kabar tentangmu, tapi tak sedkitpun bercerita dimana kamu atau bagaimana kamu. Hanya sekejab aku memandangmu dalam lukisan kamera yang terlintas dalam akunku. Entahlah, apakah aku mulai jatuh? Kita belum pernah bersua tuan, hanya nama dan akupun tak tau apa itu benar adanya, tapi kenapa yakin?

Apa mungkin ini karma karena pernah meremehkanmu, jika mungkin iya bisakah kamu pergi sekejab saja hingga aku mampu menyelesaikannya, temui aku nanti ketika aku sudah mampu menyuguhkan mahkota untuk kedua cintaku.

Mulai ada rasa ingin mengarah kesana, bahkan aku mulai belajar melukiskan scenario yang mampu memenuhi hari kelak dengan syurga. Dimana tergambar dalam benak hari-hari yang penuh cinta dan Al-Qur’an. Kelak pasti terwujud dan itu pasti, hanya perlu sedikit waktu. Jika bukan kamu atau bukan kita pasti sudah menanti aku yang lain diluar sana atau kamu yang lain, percaya itu.

Biarkan doaku yang mewakili inginku dan biarkan dia yang berjalan hingga mampu menembus itu semua. Sekarang bukan saatnya, karena aku belum ada apa-apanya, aku masih seperti baju kotor yang perlu dibilas berapa kali lagi hingga mampu kau pakai untuk harimu kelak.

Nantikan aku jika kau mampu.

0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template