Thursday, 7 May 2015

Tak Berjudul 1

Orang tua terutama mak selalu menjadi tempat untuk mencurahkan semuanya, dari yang hanya tersandung kerikil kecil hingga bongkahan batu yang besar. Keterbatasan waktu untuk kita bertemu menjadikan moment pertemuan sebagai pelepas penat setelah seminggu beraktifitas jauh dari orang tua. Tapi memang inilah bukti kita, anak-anak mereka untuk menunjukan rasa sayang kepada mereka dan aku merupakan anak yang beruntung di antara mas, mbk sama adik perempuanku, mereka bertemu mungkin hanya setahun satu, dua atau tiga kali dalam setahun. Masku dulunya bekerja ditempat yang lumayan jauh, dan mbkku harus ikut suaminya serta perlu beberapa jam untuk pulang sehingga menyebabkan mbak malas untuk pulang karena perjalanan yang cukup jauh. Sangat jauh berbeda denganku yang masih mendapat kesempatan untuk sekedar bersua dengan beliau tiga sampai empat kali seminggu. Sedangkan adik perempuanku masih harus menempuh pendidikan dipesantrennya.

Sore ini seperti biasanya sebelum berangkat kuliah aku mulai mencurahkan semuanya tentang perasaan dan pengalaman. Beliau mendengarkan dan bertanya-tanya sehingga menjadikan aku semakin nyaman untuk terus bercerita.
“ Yo ngono iku, nek kabeh dipasrahne nang sing gawe urip lak panggah intuk pitulung to.”

Ya gitu, kalau semua dipasahkan kepada dzat yang membuat hidup pasti dapat pertolongankan. Dalam setiap perjalanan aku merenungi kata tersebut, karena beliau setiap hari aku mampu menumbuhkan keyakinanku akan kuasa-Nya. 

0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template