Kenapa malah semakin menumpul?
Apa pena di ujung jariku sudah mengering? Bahkan Ia sudah tak seindah dulu ketika menari di atas keyboard. Kemana Ia? Bagaimana cara untuk mengembalikannya?
Aku sungguh rindu, sangat-sangat rindu...
Aku sungguh rindu, sangat-sangat rindu...
Ia yang mampu berlenggak-lenggok dengan gesit kesana kemari dan selalu lupa bagaimana cara bernafas jika sudah berada diatas podium.
Ia sudah seperti halnya kekasihku, ya..., kekasih sekaligus rekan yang akan menampung semua keluh kesahku dalam tariannya. Ia akan membawanya dan mulai melenggokkan tubuhnya diatas alas hitam lalu Ia keluarkan tariannya dengan irama hentakan yang indah.
Kemarilah, gundukan resah sudah menunggu kau gali. Aku sungguh rela jika Kau yang membawanya pergi.
JARI
Kdr, 01 feb 16
0 comments:
Post a Comment