Tuanku!
Terlintas dalam
benakku, kala aku mendengar kebijakanmu
sesosok kakek tua diseberang
sana
matanya sayu seperti
menyembunyikan sesuatu
Tuanku!
Tidakkah kau tau
bahwa dia rakyatmu
Tidakkah kau mengerti
bahwa dia mengharap kesejahteraan dari tanganmu
Tidakkah kau sadar
dia butuh rengkuhan keadilanmu
Tuanku!
Apa kau buta atau
hanya pura-pura tunanetra?
Apa kau tuli atau
hanya pura-pura tunarungu?
Aahhh,,, tidak!
aku tak lagi
percayaimu
Tuanku!
Duduklah
disampingnya, raih pundaknya
Rasakan dan hayati
pilu hatinya
Selami laut kelu
dalam binar mata menghibur dirinya
Tengoklah tuan!
dia tak sendiri, ada
para penadah yang harus dihidupi
ia selalu dikejar
hati bila tak dapat mengasi
Tuanku!
Apa mau kau ciptakan
pencuri dalam negri?
Ketika mereka tercekik
ekonomi!
Ketika yang mereka bangga telah pergi!
Ketika harapannya disapu resi
Ketika tangan tak mampu lagi mencari
Ketika anak menangis menanti
Ketika perut kosong tak terisi
Ketika tak ada tempat mengabdi
Ketika tak ada yang dipercaya lagi
dan
Ketika kau hanya umbar janji
Tuanku!
Katamu kau merakyat, tapi
kau penghianat
Katamu kau prorakyat,
tapi kau keparat
Ah,,, sudahlah!
Hentikan celotehmu
aku tak lagi
percayaimu
0 comments:
Post a Comment