Malampun masih berteman dengan gelap
Dan sunyipun tak lepas dari senyap
Sepoi-sepoi angin berdendang syahdu, menyanyikan bait-bait ungkapan
rindu
Menggema nenusuk relung kalbu
Menyanyanyikan cerita
dibalik rasa yang tak kuasa
Menyibak asa yang terbalut lemah yang ada
Jari jemarikupun mulai menari , melenggok-lenggok seorang
diri
Mengungkap kemelut nurani, lewat kata duniawi
Sekali lagi,hanya karena ciptaan-Nya
Yang dari matanya merunduk menetapkan iman
Dari lisannya mengalunkan agung nama-Nya
Membuat ingin siapa yang menatap-nya
Dan kali ini bahkan aku takhluk pada ketetapannya
Inginkan cinta yang berlabuh pada Robb-Nya
Entah kagum atau apa???
Semua Tuhanku yang mampu menjawabnya
Kugelar sajadahku, meratapi pilu rasa yang tak seharusnya
Ku tancapkan tongkat dalam-dalam sebagai pegangan, agar aku
tak terbang melayang kedalam hatinya, yang akan membuatku lalai akan
perintah-NYA.
0 comments:
Post a Comment