Tuesday, 9 December 2014

Apalah Kata

Hari berlalu hingga gelap yang menyapu terang, kau bawa aku masuk lebih dalam. Kau buai aku dengan tipuan yang bersembunyi dibalik kedok tak berterang, apa memang kau hanya ingin menedangku kesana kemari didalam belenggu persaan yang terus menghatui diri???
Tuan, bisakah kau tak menarikku mengelilingi isi rumahmu???
Ataukah aku yang salah, menaruh isi didalam wadah yang sudah berisi???
Terkadang kau datang membawa senyum yang lebar, tapi itu hanya terkadang, yang lebih sering adalah kau menghilang tak ada kabar.
Hati ini selalu berdendang, mengalunkan lagu bernada sepi menunggu datangnya dambatan hati. Aku seharusnya tau, tak sepantasnya aku menaruh rindu dan  tak sepantasnya pula aku mendambakan yang didamba.
Mahabbah tidak seharusnya hadir melebihi mahabbah kepada-NYA. Aku selalu merangkai kata cinta yang tidak pernah ada habisnya tapi aku tak pernah menyadari bahwa cinta-NYA lah yang tidak pernah ada ujungnya.
Memandang langit dengan apatis, padahal tau bahwa diatas langit ada langit. Uskud ya ukhti, uskud…!!! You are not alone, Allah always with you.
Biarkan diam menjadi jawaban dalam sebuah penantian, pantaskan diri untuk mendapatkan yang pantas. Jalan itu bukan jalan yang seharusnya dipilih, sebut namanya dalam pinta di sepertiga malam yang kau punya, jadikan doa obat untuk sakitnya mata yang tak kuasa menahan nikmat yang hanya sementara, ingat disanalah ladang pahala.
Harus selalu ingat ada nikmat kala sudah waktunya, tetapkan iman, islam dan ikhsan. Fokus untuk perubahan, fokus untuk perbaikan, fokus untuk pendekatan tidak untuk kemaksiatan.



0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template