Hari berlalu
hingga gelap yang menyapu terang, kau bawa aku masuk lebih dalam. Kau buai aku
dengan tipuan yang bersembunyi dibalik kedok tak berterang, apa memang kau
hanya ingin menedangku kesana kemari didalam belenggu persaan yang terus
menghatui diri???
Tuan,
bisakah kau tak menarikku mengelilingi isi rumahmu???
Ataukah aku
yang salah, menaruh isi didalam wadah yang sudah berisi???
Terkadang kau
datang membawa senyum yang lebar, tapi itu hanya terkadang, yang lebih sering
adalah kau menghilang tak ada kabar.
Hati ini
selalu berdendang, mengalunkan lagu bernada sepi menunggu datangnya dambatan
hati. Aku seharusnya tau, tak sepantasnya aku menaruh rindu dan tak sepantasnya pula aku mendambakan yang
didamba.
Mahabbah
tidak seharusnya hadir melebihi mahabbah kepada-NYA. Aku selalu merangkai kata
cinta yang tidak pernah ada habisnya tapi aku tak pernah menyadari bahwa
cinta-NYA lah yang tidak pernah ada ujungnya.
Memandang
langit dengan apatis, padahal tau bahwa diatas langit ada langit. Uskud ya
ukhti, uskud…!!! You are not alone, Allah always with you.
Biarkan diam
menjadi jawaban dalam sebuah penantian, pantaskan diri untuk mendapatkan yang pantas.
Jalan itu bukan jalan yang seharusnya dipilih, sebut namanya dalam pinta di
sepertiga malam yang kau punya, jadikan doa obat untuk sakitnya mata yang tak
kuasa menahan nikmat yang hanya sementara, ingat disanalah ladang pahala.
Harus selalu
ingat ada nikmat kala sudah waktunya, tetapkan iman, islam dan ikhsan. Fokus untuk
perubahan, fokus untuk perbaikan, fokus untuk pendekatan tidak untuk
kemaksiatan.
0 comments:
Post a Comment