Thursday, 15 October 2015

KARENA KEBENARAN TAK BERHENTI DI MATA

Semua mata menatap tajam, seolah satu persatu sorotan itu ingin membunuhku. Kakak, adik, ayah bahkan paman mulai meruntuhkan kepercayaannya. Terserahlah! Aku tak perduli mereka, tapi Ibu, Aku tak tau apakah beliau mengikuti mereka atau memang bisa membaca jika aku tak bersalah.
"Ibu, percayalah! Bukan aku yang mengambil uang itu"
Kosong, beliau hanya terus memandang lantai tanpa sedikit pun mau memalingkan wajahnya. Beribu serapah keluar dari mulut ayah,
"Kamu! Apa pernah ayah mengajarimu mencuri, anak gadis tak tau diuntung!" Plaaaakk, satu tamparan mendarat dipipiku. Ibu hanya menangis dan langsung menyuruhku ke kamar. Entah! Apa aku harus menangis atau seperti apa, aku berteriak pun tak ada yang mau menghiraukannya.
---Bersambung!

0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template