Sunday, 9 November 2014

DIBALIK BUKU USANG

Menyelam mengarungi nikmat yang tersembunyi dibalik pagi, bau tanah semakin terasa menyengat. “Subhanaallah kembali kau teteskan kami berkah lewat embun di pagi ini” Gumamku dibalik cendela kontrakan kecilku setelah sekian lama, tak menikmati tetesan berkah lewat langit.
Brok,,, Brok,,, Brookkk,,,
“jah,,, banguuunn,,,” teriak andini  teman sekontrakanku dari balik pintu,
“Apaan sih kamu din, kalau jantungku copot gimana?”
“habis gue kira, loe lupa kalau hari ini kita ada pentas” jawab andin dengan logat Jakarta medok khasnya.
“ gak sayang, ayo berangkat” kutarik tangan mungilnya yang mulai merasa malu.
Pertemuan kami ketika OSPEK ditambah lagi kebersamaan kami setiap hari dibawah atap yang sama serta kesamaan kami bergelut dibidang teater menjadikan kami sudah seperti saudara, jauh dari orang tua tidak menjadikan kami terus terpuruk, tapi malah menjadikan semangat tersendiri untuk menggapai apa tujuan kami, merautau ke kota yang terkenal dengan sebutan kota tahu ini.
 Sesampainya dikampus kami berpisah, karena memang peringatan hari pahlawan selalu menjadi kesenangan tersendiri bagi kami, job teater penuh. Hari ini andin pentas dikampus sebelah, sedangkan aku harus menemani anak didik teaterku pentas di sekolahnya.
Tidak terasa acara sudah usai, Alhamdulillah semua berjalan lancar. Kini waktunya pulang dan  sejenak memikirkan tugasku yang sedikit terabaikan. Hampir setengah jam aku menunggu bus tapi tak kunjung datang,sampai akirnya kuputuskan untuk berjalan dengan harapan semoga berapa langkah kedepan ada angkot yang bisa aku tumpangi. Tiba-tiba kudengar teriakan seorang kakek “ Hey, kau anak muda, tidakkah kau sadar bahwa sejarahmu tersimpan dalam buku tua ini, tidak sepantasnya kamu membuangnya” teriak seorang kakek tua sembari mengambil buku yang berada ditanah, tak sedikit kuliat apa judul dari buku itu, dia menangis sembari terus berkata-kata “Duh gusti, kok jadi seperti ini negaraku, kemana jiwa patriotisme mereka bahkan sejarah saja terlupakan” seketika aku tersentak mendengar perkataan beliau dan menggerakkan kakiku untuk berjalan mendekatinya.
“Maaf kek” belum sampai aku melanjutkan perkataanku beliau langsung berteriak tepat ditelingaku dengan nada tinggi “Kenapa kau anak muda??? Apakah hendak kau injak-injak pula sejarahmu” air mata mengucur deras di pipinya.
“ Maaf kek, apakah yang membuat kakek sampai seperti ini” tanpa ada cela kakek tua itu langsung berkata “ Apakah kau sama dengan anak muda itu, yang tidak menghargai buku, yang membuangnya seperti sampah tiada guna, tiada kau taukah bahwa ini berisi sejarahmu???
69 tahun yang lalu, kami memanjat untuk menyobek bendera Belanda, kami berjuang tak perduli nyawa taruhannya, tapi kini aku melihat dengan mata kepalaku bahwa kami dilupakan”  kakek ini terus menangis, perkataannya sungguh membuat aku berkaca, kemana aku selama ini??? Taukah aku apa tragedy yang terjadi 69 tahun silam??? Aku hanya tau acting dalam panggung tapi aku tak pernah menyelam kedalamnya, kembali lagi kakek itu membangunkanku dari lamunanku, sambil memandangku tajam kakek itu berkata “ pemuda itu tadi telah membuang bahkan menginjak buku ini, Apakah Bill Gates ikut memperjuangkan Indonesia dulunya sehingga disebut-sebut sebagai pahlawan??? Ahhh,, sudahlah, sejarah kini hanya tinggal dibalik buku usang saja, sudahlah,,, pergilah anakku kuharap kau tak sama sepertinya” aku angkat kakiku sembari merunduk malu.

Kakek ini menyadarkan aku, mungkin tanpanya aku tak akan dapat berdiri dengan tenang seperti ini. Aku terlalu tunduk pada nikmat dunia lewat orang asing, teknologi yang semakin canggih bukan membuat aku berfikir bagaimana aku bisa memanfaatkannya tapi malah membuatku semakin bodoh. Memang benar jika sejarah hanya bersembunyi dibalik buku usang saja sehingga aku melupakannya. Budaya barat merusak semuanya, tak ada moral tak ada adab yang ada hanya biadap. Kejayaan sebuah bangsa itu tergantung bagaimana ia menghargai pejuangnya. Kejayaan sebuah bangsa itu berasal pula dari para pejuangnya.  Memang saatnya menyibak kembali sejarah dibalik buku usang. 

Minggu, 09-11-2014 (09.41 PM)

0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template