Kalau berbicara tentang identitas , jadi
teringat salah satu mbah kita, mbah Stella Ting Toomey yang mengatakan bahwa
identitas merupakan refleksi diri atau cerminan diri yang berasal dari keluarga
gender, budaya, etnis dan proses sosialisasi. Terus bagaimana jika identitas
tergantikan?
Inilah yang sedang ada dalam benak gue,
ketika semua pada ribut tentang perubahan warna jas almamater, ada yang
berpendapat “apa yang salah dengan warna, toohhh… semuanya sama aja”. Heemm,,, tapi jika mengacu pada dawuhe mbah
Toomey tadi, jelas berpengaruh bro, secara identitas sendiri merujuk pada
refleksi diri kita sendiri dan persepsi orang lain terhadap diri kita. Kampus
kita yang terkenal beraninya dengan bersimbolkan jas merah, kini tergantikan
dengan warna hijau. Merah kita tergantikan bro. Keberanian, kekuatan dan
ketegasan kini telah tergantikan. Jadi teringat temen gue dari kampus lain yang
bilang “ Bro, jasmu apikmen, oleh nyilih diluk ge foto gag?”. Kalau bahasa
surganya gini bro “ Bro, Jasmu bagus sekali, boleh pinjam sebentar untuk foto
gak? “.
Tapi sekarang gue hanya bisa kerutkan
dahi, memandang pemandangan asing di kampus kita. Sama tapi berbeda, yang
tampak dalam mata sekarang ini adalah merah dan hijau dalam satu tempat yang
sama dengan tujuan yang sama tapi berbeda. Gak sekalian aja dihiasi warna
kuning, biar kayak lampu lalulintas yang ada di utara kampus kita. Hahahaha,,,,
Inilah takdir dan jalan tuhan yang harus
kita jalani bro, kalau ada yang wawancara “ Apa harapan mbak kedepan untuk
kampus kita?”, langsung saja tanpa basa-basi agar tidak basi gue pasti jawab “
Semoga Identitasku dikembalikan”. Tapi sayangnya itu semua hanya ada dalam
rentetan yang ada dalam benak gue, hahahaha,,,
Dan akirnya, inilah harapan gue lewat
secarik kertas tentang kampus kita dan semoga dapat melayang ke arah yang
memang seharusnya tertuju.
Jum'at, 07-11-2014 (07.00 PM)
Jum'at, 07-11-2014 (07.00 PM)
0 comments:
Post a Comment