Kelam hati tak kuasa
Menyibak sedikit cerita
dibalik buku usang tiada guna
“Selama banteng-banteng
Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih , merah dan putih
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga”
yang dapat membikin secarik kain putih , merah dan putih
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga”
Mencoba
menyelam kedalamnya
Tak
terbayang gelegar teriak Bapak pahlawan kita
10
November 1945, peristiwa terkenang luapan darah merah menyala
Merdeka
atau mati, Allahuakbar, Allahuakbar,,,
Teriakmu
membakar nyali dibawah cekik terik karunia ilahi
Menggemakan
kalam-kalam ayat suci tanpa henti
Menahan
sakit peluru yang menghujam diri
Demi
negerimu yang pertiwi
Memandang
kembali dibalik jendela yang mengisahkan kisah tragis
Tentang
pemuda pemudi yang tak lagi perduli akan nasib negeri
Sudah
merdekakah kau Indonesia??
Ketika
tikus yang berkuasa
Ketika
mufakat menjelma menjadi siasat
Ketika
wakil rakyat berubah menjadi penghianat
Ketika
sejarah hanya bersembunyi dibalik rak kusam yang tak berarti lagi
Sudah
merdekakah kau Indonesia??
Ketika
mata telah dibutakan oleh nikmat duniawi
Yang
berjasa tak berkuasa
Yang
berjasa bahkan tak bermakna
Sudah
merdekakah kau Indonesia??
Ketika
Indonesia bukan lagi milik Indonesia
Ketika
asing berkuasa serta adab menjadi biadab
Ohh,,,
inilah negeriku
Yang
dulunya makmur, kini orangnya kufur
Sudah
merdekakah kau Indonesia???
Sabtu, 08-11-2014 (19.00 PM)
0 comments:
Post a Comment