Tuesday, 15 September 2015

Sholeh kok pacaran

Angin terus berhembus mengisi seluruh ruangan dengan debu yang Ia bawa.
“Aisshh… angiiiin! Kapan bisa bersih, kalau nyapu debunya balik mulu?” Gerutu ica dengan mengulang ulang sapuannya dari awal.
“Kenapa to ca? wong angin nggak  salah apa-apa, ente salahin mulu!” Sahutku.
“Habis si angin bawa debu mulu, jengkel tau zah!”
“Tapi nggak perlu manyun pula kali mulutnya.”
“Ah, kau zah! Selalu seperti itu, coba sini kamu gantiin aku nyapu!”
“Upss… Tidak boleh, “
“Kata emak, menyapu itu tidak boleh pindah tangan nanti jodohnya pindah juga.”Ah! Kau ini selalu saja kata emak, kapan pula kata bapak?” Katanya menyela.
“Ha-ha-ha…, itu kamu sudah hafal. Udah buruan diselesaikan! Ini berkas numpuk, tanganku sudah melambai-lambai ke kamera.”


Ahh…,
Mungkin aku dulu layaknya kertas putih ini, yang tak mampu bertahan putih. Karena lingkungan ingin terus mencoretnya. Dan bodohnya, banyak coretan merah yang aku terima tanpa berfikir kedepannya.
“Zah! Hooeeeyyyy!” Teriaknya membangunkanku.
“I… i… ya-iya, kenapa ca?”
“Aisshh… Kamu mah! Lagi ngelamunin si mas manis tadi ya?”
“Apaan to ca, udah urutkan data yang ada di kertas ini, nanti sudah harus diserahkan ke BAK.”
Tangan kami pun mulai memilah-milah kertas berisi data mahasiswa baru untuk proses perekapan. Kami bukan orang sibuk bro, hanya haus kesibukan saja. Ha-ha-ha…,
“Zah, ane benci deh sama Mas Ari!”
“Memangnya kenapa Ca, cowok ganteng kok dibenci. Gitu-gitukan juga pacarmu.”
“Iya sih zah, masak aku ke kampus suruh pakek kerudung Rabbani. Aku nggak suka zah!” Gerutu Ica sembari membanting HP ke atas tasnya.
“Memangnya kenapa dengan rabbani? diakan baik hati, tidak sombong dan suka menabung.”
“Izahhh!” Teriaknya geram.
“Ha-ha-ha.., iya-iya non, tapi benar lo rabbani nggak salah.”
Mbohhlah zah!”
“Dan akhirnya, Ica mulai marah.” Kataku dengan nada ngebass.
“Bagaimana nyamanmu aja ca, yang penting tidak melanggar syariat. Toh! Dia juga bukan suamimu.”Dibilangin Singgle itu enak, tetap aja nggak percaya.”
“Bukannya nggak percaya zah, kesempatan tidak datang dua kali.”Siapa yang bisa nolak! udah ganteng, pemain basket, Idola kampus plus sholeh pula!”
“Sholeh kok pacaran!”
“Izaaaahhhh! Tetap saja, doakan gitu biar beneran jadi suami.”
“Aamiin.”




Kdr, 15-09-2015


0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template