Judul : Mengapa
Tepat dua
puluh satu tahun yang lalu
Tangisan terdengar
di sudut kamar lusuh penuh debu
Ribuan
hamdalah melauti rindu
Sembilan bulan
dibopong Ibu
Pun satu persatu
tahun dikikis waktu
Mengapa
jantungku masih berdetak?
Sedangkan haya’
tergeletak
Mengapa masih
mampu berkata?
Sedangkan mulutku
tetap menganga
Mengapa tuhan?
Mengapa aku
masih berdiri?
Sedangkan aku
tak mampu berlari
Mengapa?
Lonceng
berbunyi, bertanda umur berkurang lagi
“Selamat ulang tahun.”Katanya
Kemudian apa
yang mampu ku bangga
Sedangkan Izrail
berjalan semakin mendekat
Kediri, 10
September 2015
0 comments:
Post a Comment