Apa? Cerewet
katanya. Hahaha…, memang aku cerewet. Sungguh tak heran, jika ada yang
mengatakan demikian. This is me. Banyak orang yang baru mengenaliku, pasti
mengira aku pendiam, tapi berbanding terbalik jika mereka sudah mengetahui
siapa aku.
“Edyan tenan.”
“Gila ente
kak,”
“Streeesss
tenan sampyan mbk,”
Dan masih
banyak yang lainnya. Bahkan pernah dikatakan gila, hanya karena beberapa larik
tulisanku yang mampang di beranda.
Cinta, bisakah kau peluk aku lebih erat!
aku ingin menghabiskan malam denganmu, melepas rindu yang lama terbungkus nafsu.
Kdr, 130815
Dan kalian
tau bagaimana responnya..,
“ "Rindu yg lama terbungkus nafsu"
bukan rindu yg terbungkus cinta?
Kamu nafsuan ya?”
bukan rindu yg terbungkus cinta?
Kamu nafsuan ya?”
“Cinta terbungkus
nafsu? Nafsuan banget, yes.”
“mbok mbok
mbok....buket edaaan.”
Aku tertawa
terbahak-bahak ketika membaca komen mereka kala itu. Kenapa?
Aku teringat
akan cerita Abu Nawas yang dituduh meminum khomar bahkan hendak dimasukan ke
penjara karena syairnya. Dengan mantab beliau menjawab,
“Bukankah
itu sudah dinashkan dalam kitabnya, Asy-Syu’ara.”
Tidakkah kamu melihat bahwasanya
mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan
apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?,
(Asy-Syu’ara, 224-225)
0 comments:
Post a Comment