Hal yang paling membosankan andalah berada pada masa
ini. Dimana kita dibingungkan dengan berbagai argument yang berlawanan
antara hati dan nurani. Heyyy‼! A atau
B, andai A bagaimana dengan B?
Aissh…
Gusti, kedah pripun kulo?
Ketika Tuhan bahkan membisu, aku tetap harus
berperang dengan dunia yang keji ini.
“ Kenapa to nduk? Kok ngelamun?”
“ Mboten umi,”
“ Sudah to, kamu mikir kuliah aja. Toh, abi sama
umimu masih mampu membiayai.” Sahut beliau.
“ Tapi umi…,”
“Tapi opo to nduk? Kamu mau kerja? Wong iku
sawang-sinawang nduk.”
#Bersambung
(Masih males :D)
0 comments:
Post a Comment