Wednesday, 4 November 2015

Mengapa sih harus ODOJ?

Bismillahirrahmanirrohim,
One Day One Juz (ODOJ) merupakan salah satu progam yang diinisiasi oleh para Alumni Rumah Qur’an dengan memanfaatkan Instant Messager. Jadi setiap anggota yang sudah tergabung di ODOJ, dibagi menjadi beberapa group untuk saling mengingatkan dalam membaca Al-Quran.

Nah, kenapa sih harus ODOJ?
Tidak semua menganggap bahwa ODOJ berakibat baik, sebagian orang diluar sana ada juga yang menganggap bahwa ODOJ merugikan bagi mereka. Iya jelaslah! Ada hitam dan putih, mau dan tidak mau, suka dan tidak suka serta ada yang baik dan buruk. Manusia memang makhluk sempurna yang memiliki akal, namun dilain sisi juga ada nafsu yang tetap harus di kontrol.
Eitss...! Kembali lagi ke ODOJ.
Berikut keuntungan jika kita bergabung ke ODOJ :
1. Di jamin ketagihan.
Bagi yang masih males membaca Al-Qur’an, mending buruan gabung ke ODOJ! Awal mula memang sangat berat, namun lama-kelamaan rasanya sesuatu banget jika sehari saja tidak membaca Al-Quran.
2. Mendapat keluarga baru.
Meski kita memang belum pernah berjumpa dan hanya bertegur sapa lewat MEDSOS saja, tapi keramahan anggota yang lain menjadikan kita merasa memiliki keluarga baru. Yang saling mengingatkan, menasehati dan mendoakan. Santai saja, mereka nggak pada killer kok. Hixs...
3. Pandai mengatur waktu.
Setiap group ODOJ memiki 30 anggota yang setiap harinya diharuskan melapor, guna sebagai kontrol apakah Ia benar-benar sudah kholas 1 juz atau belum. Dengan adanya laporan, anggota pasti akan memberikan waktu kusus untuk Al-Qur’an, dan memikirkan cara bagaimana agar Ia mampu menyelesaikan 1 juz pada hari itu.

Masih banyak lagi manfaat ODOJ, namun terlepas dari semua itu yang perlu kita perhatikan juga adalah bagaimana cara menata niat. Ada pula orang yang berkata, “Jadi kita baca Al-Qur’an bukan karena Allah tapi karena laporan dong?”. Hadehh! Tidak perlu dipikir panjang-panjang, anggap saja ODOJ itu sebagai tasbih, jika ada itu, kita ingat dzikir, tapi kalau tidak membawa, sering kali kita lupa. Maqom kita bukan maqom para auliya’ atau pun para makrifat yang duduk aja mengingat ALLAH. Kebanyakan dari kite mah, ingat kalau lagi susah aja.

Ingat mas bro, mbak bro, kakak, cici, adik, tante, uni, ibu, bapak, kakek, nenek dan semuanyalah, kususnya penulis coretan ini. Hixs...
Kita yang butuh Al-Qur’an bukan Al-Quran yang butuh kita. Masih ingatkah jika Al-Qur’an adalah sebagai Assyifa’ atau obat, sebagai pedoman, penyejuk hati, motifasi diri, pengingat akan kebesaran Allah, pelebur segala emosi dan amarah, memberi ketenangan yang tidak dapat dilukiskan atau digambarkan seperti halnya yang terjadi pada Sayyid Quthb Rahimakumullah dan masih banyak lainnya. Seseorang yang rajin membaca Al Quran memiliki jiwa yang sejuk, penuh dengan kesabaran hati, jernih jiwa, pikiran lapang, dan wajah yang bercahaya. Bukankah sudah banyak penelitian yang membenarkan Al-Qur’an?

Mari bersama-sama kita saling mengingatkan, lewat ODOJ salah satunya. Tak perlu saling memperdebatkan yang tidak penting. Semua kembali pada diri kita sendiri.
Dari Abu Umamah Al Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda : “Bacalah Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya).” H.R. Muslim.



Kediri, 04-11-2015


0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template