Terkadang aku merasa sangat bodoh, mengharapkan sapaan yang jelas tak mungkin terjadi. Jika terjadi pun hanya 0.0001 persen.
Tapi dikain sisi ada bahagia dia tak menyapa, toh aku siapa?
Tak ada sapa sebenarnya lebih menguntungkanku, karena tulisan pun bisa menghanyutkan.
Cinta pun bisa timbul dari kebiasaan, termasuk kebiasaan jari ini berjalan menyapa lawan jenis. Jika benteng tak sekuat baja, malah bisa jadi berabe akirnya.
Tapi dikain sisi ada bahagia dia tak menyapa, toh aku siapa?
Tak ada sapa sebenarnya lebih menguntungkanku, karena tulisan pun bisa menghanyutkan.
Cinta pun bisa timbul dari kebiasaan, termasuk kebiasaan jari ini berjalan menyapa lawan jenis. Jika benteng tak sekuat baja, malah bisa jadi berabe akirnya.
So,
Tuhan ajari aku untuk bersabar, menantinya dalam doa tanpa jumpa.
Dalam pinta tanpa sapa.
Dalam malam tanpa ada cahaya.
Dalam hayal yang hanya aku pemainnya.
Dalam penantian yang senantiasa bertaqwa.
Dalam tunggu tanpa pilu.
Tuhan ajari aku untuk bersabar, menantinya dalam doa tanpa jumpa.
Dalam pinta tanpa sapa.
Dalam malam tanpa ada cahaya.
Dalam hayal yang hanya aku pemainnya.
Dalam penantian yang senantiasa bertaqwa.
Dalam tunggu tanpa pilu.
0 comments:
Post a Comment