Oleh : Fitri Andriana
Aku membencinya
karena aku tak suka. Ah… entahlah! Bahkan terkadang ada benci karena suka. Apa mungkin
aku satu diantaranya? Mungkin. Terkadang
aku bertanya pada diriku, mana yang harus aku pungut. Terlalu banyak bercecer
dimana-dimana. Hatiku terlalu resah, jika itu tiba sekarang. Yang dulu singgah
kini pergi, namun ada pula yang singgah tak pergi-pergi.
Aku benci
jika datang perkara ini, karena Ia terlalu dalam jika menusuk. Kau tau apa
obatnya, jika Ia mulai beraksi dengan pedangnya?
Buliran
tulus mata meminta.
Kdr, 29-08-2015
0 comments:
Post a Comment