Sunday, 23 August 2015

Rindu Cahaya Negeri


Judul : Rindu Cahaya Negeri


Entahlah! Negeri ini terasa semakin sesak. Tak ada jiwa pahlawan yang bersemayam di sanubari para penerus Negeri. Aku sungguh geram, dengan tingkah pemuda masa kini yang diperbudak oleh teknologi. Apalagi para petinggi. Apakah otak mereka sudah tercuci dengan setan dunia yang berwujud uang? atau memang mereka tak memiliki otak? Jika kataku yang demikian ini mau dipersalahkan, ya silahkan! Kemudian apa fungsi demokrasi? Apakah demokrasi hanya label yang belum berstatus halal, sehingga belum boleh dikonsumsi oleh para rakyat. Aneh sungguh aneh Negeriku ini, pemuda berprestasi tak diakui. Seandainya para petinggi mau melek (membuka; bahasa Jawa) matanya, mungkin mereka tak perlu pergi ke Negeri orang hanya untuk diakui.
Apakah kalian tau pak, kemana larinya para pemain Garuda Indonesia? Ke Negeri tetangga. Karena apa? Karena kalian masih saja asik dengan permainan monopoli dalam Istana sendiri. Tidak ingatkah kalian, bagaimana kita bersorak bangga bahwa Indonesia mampu naik ke puncak dengan kaki-kaki mereka? Apa kau tau, jika banyak generasi-generasi Qur’an yang mampu mengharumkan nama Negeri ini? Tidak, bahkan kau hanya bungkam membisu, mungkin karena kalian memang bisu.
Sungguh ironis, bukan gedung lapuk yang seharusnya dirubuhkan. Tapi para petinggi lapuk disana yang seharusnya dipangkas habis.
“Nduk, kamu lagi apa?” Tanya umi, yang membangunkan dari gerutuku. “Astagfirullah” batinku.
“Kamu nangis to nduk?”
“Mboten umi, nduk hanya jengkel lihat berita di Televisi.” Jawabku singkat. Tangan lembut umi kembali membelai pipiku, menghapus air yang tanpa sengaja mengalir.
“Sudahlah nduk, tangisanmu pun tak bisa merubah para penjabat itu.”
“Aku rindu Rosul umi, aku ingin memiliki pemimpin seperti beliau.” Dengan sesenggukan tiba-tiba, kata tersebut keluar dari mulutku. Dari berbagai sirah yang kubaca, aku bahkan ingin merasakan hidup di zamannya.

Kediri, 16 Agustus 2015

0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template