Thursday, 20 August 2015

Kang A


Mulai kupejamkan mata ini, menimati hembusan angin beserta membayangan senyum manis wajahnya. Sungguh nikmat mana yang kau dustakan, aku terjatuh pada suara manisnya. Bagaimana mungkin setiap pemandang tak terpesona dengan seorang berstatus santri, perawakan tinggi berbadan bak tentara pengaman negeri dan untungnya hanya sempat terlihat sekilas wajah manisnya.
“ Waalaikumsalam, enggeh mbk, ati-ati” (Iya mbk, hati-hati).
Sahutnya ketika aku berpamitan dengan pak lek, Hahahaha,,, Bodohnya kenapa aku tak tengok wajahnya, tak bisa dipungkiri suaranya masih teringat jelas disetiap perjalananku pulang. Kali ini aku pulang tak sendirian ada bapak yang asik mengemudi, sedangkan aku asik berlayar dipulau imajinasi.
“Pak, kang A itu umurnya lebih tua dari mas to? ” seketika muncul pertanyaan itu lewat mulutku.
“mboh, gak  tau. Memangnya kenapa? “
“mboten wonten nopo-nopo, hanya ingin bertanya saja kelihatannya kok lebih tua dari pada mas ”, jawabku mengelak. Ah,, sudahlah itu hanya hayal.

Masih sangat jelas dulu emak pernah bilang gini “ Seandainya kang A gak anak nomor satu mungkin sudah tak jodohkan denganmu “, yeeeahh,, inilah orang jawa, JILU (siji Telu) tidak diperbolehkan dalam adat jawa entah apa alasannya, dulu juga pernah ada seseorang yang datang lewat masku, beliau seorang yang bisa dikatakan memiliki derajat tapi alas an JILU emak menolak.  



Kediri, 04-04-2015

0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template