Monday, 24 August 2015

Pengganjal

Judul       : Pengganjal
Entahlah!
Lagi-lagi kata itu lagi yang pertama keluar, karena memang, aku tak mengerti semua yang bersembunyi dibalik batu besar yang bersarang di otakku. Ia terlalu mengganjal, membuatku terasa sangat tersiksa. Batu itu bahkan mengapit kedua kakiku, sehingga membuatku tak mampu berjalan. Aku bosan menghadapinya, adakah pencungkit yang bisa memindahkannya? Lelah.
Seandainya saja, ada air yang mampu menetesinya setiap hari, mungkin semakin ringan, pun mengkikis sedikit demi sedikit. Sekuat apapun kaki mencoba, tetap saja. Naif hasilnya. Kakiku sering merasa bosan dan enggan untuk mencoba beranjak pergi.
Robby, bantu aku! Mengangkat kaki ini, agar mampu berjalan kembali. Dengan semangatnya yang tak pudar. Kaki ini terlalu lemas, jika tanpa bantuan dari tangan-Mu. Puncak kelelahanku dengan semua malas yang mengganggu, membuatku tak mampu menambah wawasanku. Akar diamku adalah dia ;musuhku. MALAS.
Aku hanya insan, yang hanya duduk terdiam menanti cahaya datang menyinari. Bodohku, aku hanya diam dan tak mencoba menyusuri sedikit cahaya, dilorong yang tak pernah henti menunjukan kepadaku jalan menuju indahnya cahaya yang sesungguhnya.
Robby, aku mohon, aku minta. . . ,
Tunjukan jalanmu, untuk meraih ridhomu. Menjadi bunga yang tetap menebar harum mengisi udara kala nestapa sang angin.



Kediri, 24-08-2015 

0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template