AKU YANG KEMBALI KARENA MAS GAGAHKU
Siang ini sungguh sangat terik, matahari
bahkan tak senggan-senggan menyegat hingga tubuh ini mengeluarkan bulir-bulir
air, yaahh,, tentunya dengan bau yang tak seharum minyak wangi kala
setelah mandi.
“ Mbak, ayo ikut ngaji” Teriak salah satu
kakak tinggatku.
“ Ngaji apaan mas? “ sahutku sambil terus
memandanginya, secara aku sendiri belum pernah bertemu dia.
“ Ayo, ikut dulu dan liat nanti kalau
mbknya minat bisa ikut terus” senyum manis tampak terlihat jelas dari rautnya, keren, cakep, manis body okey serta
dari caranya berbicara terlihat bahwa dia orang yang berwibawa dan kelihatannya
hatiku mulai terasa tersangkut pada pandangan pertama. Hatiku terus berceloteh disetiap
jalannya hingga tibalah kita pada forum ngaji, yang mereka menyebutnya FJ
(Forum Ngaji). Inilah kali pertamanya setelah sekian lama aku jauh dari
yang namanya belajar agama aku kembali bersemangat karenanya. Dia yang
membawaku kembali kemasa ketika aku belum mengenal pergaulan bebas, saat
aku belum mengenal pacaran dan memang masa ini adalah masa yang paling
aku rindukan. Setelah sekian lama aku jatuh kejurang kenistaan, aku mulai
memilah-milah jalan yang seharusnya aku hindari dan aku mulai mengambil
keputusan untuk putus dengan pacarku. Ini bukan karena aku mulai menyukai yang
lainnya tapi karena memang aku ingin kembali kepada-Nya. Bukan hal mudah
memutuskan hubungan yang kami jalani lebih dari empat tahun, bahkan hingga
suatu ketika,
“ ada apa kamu dengan pacarmu nduk?” tanya
mamak lewat telephone, belum sempat ku jawab, mamak melanjutkan bicaranya.
“ kok tadi dia datang kemari, kalau ada
masalah kan bisa diselesaikan baik-baik. Giih,, hubungi dia dan minta maaf,
jelaskan baik-baik “ ku hela nafas panjang dan mulai kukatakan ke mamak,
“ aku lelah mak, aku ingin kembali”
tiba-tiba butiran air mulai terasa membasahi pipiku.
“aku lelah jadi anak nakal” suarakupun
mulai berubah sesenggukan, mungkin mak mulai merasakan aku memang benar-benar
ingin kembali sehingga beliau hanya menutup telephonnya dan meminta agar
diselesaikan baik-baik.
Tidak berhenti sampai disitu, setiap hari
dia menghubungiku dan meminta agar hubungan ini tidak diakiri, tapi ini sudah
keputusanku Ya Allah, mudahkan
jalanku untuk kembali kepadamu, aku lelah, aku lelaahhh,,, hatiku selalu menjerit, tiba-tiba
satu sms melayang diponselku,
“Ada apa kamu dengan pacarmu? “ haaah,
kulempar segera hpku, kenapa
semuanya menanyakan hal demikian, kenapa sampai-sampainya mengikut sertakan
keluargaku. Sabaarrr fitri,,, ku
coba tenangkan hatiku, ku raih hpku dan mulai kupencet huruf demi huruf untuk
menjawab sms dari masku yang ada di Surabaya,
“aku lelah mas, aku lelah jadi anak nakal”
kembali butiran air menetes di pipiku, teringat akan semua kesalahanku dimasa
lalu ketika air mata mamak menetes karena ulahku yang diluar batas, ya allah, masih mampukah aku
mencium surgamu, aku bahkan pernah membuat orang tuaku menangis dan itu adalah
ibuku. Aku lupa bahwa surga-Mu ada ditelapak kakinya. Ampuni hamba, ampuni
hamba, kini tiada hari tanpa menyesali semua masalaluku.
Tanpa disangka kuasa Allah mendengar keluh
kesahku, kembali masku mengirimkan satu pesan untukku,
“ Yo, tak ewangi putus tapi ojo pacaran.
Nek sampek pacaran meneh tak rabekne awakmu. Alhamdulillah adikku tobat” (ya, tak
bantu kamu putus, tapi kalau kamu pacaran lagi tak nikahkan kamu. Alhamdulillah
adikku taubat). Kata masku yang membuatku seperti tersiram air es. Seketika itu
aku bersujud dan menangis ya
Allah terimakasih telah mengijinkan aku kembali.
***
Setelah malam itu, dia sudah mulai jarang
mengirimkan pesan dan akupun mulai konsen dengan proses hijrahku serta aku
sungguh sangat bersyukur karena dikirimkan seseorang yang mengajakku kembali.
Seperti halnya mas gagah yang mampu membuat gita hijrah, dialah mas gagahku
yang mampu membuatku kembali. Kamipun semakin dekat, banyak sekali ilmu yang
aku peroleh darinya terutama masalah agama dan setiap malamnya dia selalu
menemaniku bekerja lewat sms-smsnya bahkan terkadang dia menungguku selesai
bekerja baru mematikan Hpnya walaupun semua pekerjaannya telah usai. Akupun
mulai mengaguminya lewat do’a, aku tak mampu berkata karena aku sadar aku
sungguh belum pantas untuknya Ya
Allah yang maha segalanya, engkaulah dzat yang mampu membolak-balikkan hati aku
tau pacaran tidaklah halal untukku bahkan aku tau Engkau sangat merindukanku
sehingga kau kirimkan hidayahmu melalui Dia. Tak pantas hati ini meminta dengan
noda yang masih tersisa, apakah salah jika hati ini suka? Apakah salah jika
hati ini terpaut padanya. Ya Allah ijinkan hamba untuk mampu menjaga cintaku
kepada-Mu tanpa terkotori cinta insani yang mampu membuat-MU cemburu, jika
memang Dia jodohku pertemukan kami diwaktu yang tepat, saat yang tepat dan hati
yang tetap.Aamiin…
Hari pun terus berlalu, begitupun dengan
proses kembaliku. Tak disangka beberapa hari tak ada kabar dari mas gagahku,
aku rindu walau aku tau itu salah. Tak nampak parasnya di forum atau dikelas,
bahkan sesekali aku bertanya kepada temannya tapi tak ada yang tau
keberadaannya karena sms atau telephone pun tak ada respon darinya. Aku mulai
gelisah dan resah mungkinkah
aku salah ya allah, sehingga engkau pisahkan kami secara tiba-tiba atau
mungkinkah engkau iri karena ada sedikit rasa suka kepadanya, jauhkan kalau
memang seharusnya jauh. Air
matapun mulai bercucuran, haruskah
tanpa ada kabar atau pesan selamat tinggal? Aku kawatir mas. Dering hpku berbunyi sehingga
memabangunkan aku dari lamunanku,
“maaf mbk, baru ada pulsa. Aku berhenti
kuliah dan kembali ke kampung. Mbknya harus tetap ngaji ya! Nanti saya
sampaikan ke mas muh biar ngajinya ada lagi, tanpa aku yang pentingkan tetap
ada guru” kubaca berkali-kali nama pengirimnya dan memang benar itu mas
gagahku, tetap ngaji? Bahkan
pesannya pun tetap sama seperti biasanya, ya allah pertemukan hamba kelak
dengan seorang yang mampu mengingatkan hamba untuk tetap beribadah kepadamu. Setelah sms ini, dia sudah mulai
jarang mengirim pesan bahkan sama sekali tidak pernah. Terkadang ada rindu,
tapi aku menguatkan hatiku untuk tidak lengah, karena syaiton akan tertawa
terbahak-bahak jika aku lengah. Setiap hariku selalu terpenuhi dengan
kegiatan-kegiatan yang semakin mendekatkan diriku kepadanya, sehingga aku mampu
sedikit demi sedikit melupakan mas gagahku, sampai suatu ketika aku meluruskan
niatku untuk menjadi seorang penghafal Al-Qur’an dan inilah aku yang kembali
karena mas gagahku.
Allahummajalni khafidotal Qur’an daaiman,
Amiiin…
Kediri, 09-03-2015
0 comments:
Post a Comment