Thursday, 20 August 2015

AKU YANG KEMBALI KARENA MAS GAGAHKU

AKU YANG KEMBALI KARENA MAS GAGAHKU


Siang ini sungguh sangat terik, matahari bahkan tak senggan-senggan menyegat hingga tubuh ini mengeluarkan bulir-bulir air, yaahh,, tentunya dengan bau yang tak seharum  minyak wangi kala setelah mandi. 
“ Mbak, ayo ikut ngaji” Teriak salah satu kakak tinggatku.
“ Ngaji apaan mas? “ sahutku sambil terus memandanginya, secara aku sendiri belum pernah bertemu dia.
“ Ayo, ikut dulu dan liat nanti kalau mbknya minat bisa ikut terus” senyum manis tampak terlihat jelas dari rautnya, keren, cakep, manis body okey serta dari caranya berbicara terlihat bahwa dia orang yang berwibawa dan kelihatannya hatiku mulai terasa tersangkut pada pandangan pertama. Hatiku terus berceloteh disetiap jalannya hingga tibalah kita pada forum ngaji, yang mereka menyebutnya FJ (Forum Ngaji).  Inilah kali pertamanya setelah sekian lama aku jauh dari yang namanya belajar agama aku kembali bersemangat karenanya. Dia yang membawaku kembali kemasa ketika aku belum mengenal  pergaulan bebas, saat aku belum mengenal pacaran dan memang masa ini adalah masa yang paling aku rindukan. Setelah sekian lama aku jatuh kejurang kenistaan, aku mulai memilah-milah jalan yang seharusnya aku hindari dan aku mulai mengambil keputusan untuk putus dengan pacarku. Ini bukan karena aku mulai menyukai yang lainnya tapi karena memang aku ingin kembali kepada-Nya. Bukan hal mudah memutuskan hubungan yang kami jalani lebih dari empat tahun, bahkan hingga suatu ketika,
“ ada apa kamu dengan pacarmu nduk?” tanya mamak lewat telephone, belum sempat ku jawab, mamak melanjutkan bicaranya.
“ kok tadi dia datang kemari, kalau ada masalah kan bisa diselesaikan baik-baik. Giih,, hubungi dia dan minta maaf, jelaskan baik-baik “ ku hela nafas panjang dan mulai kukatakan ke mamak,
“ aku lelah mak, aku ingin kembali” tiba-tiba butiran air mulai terasa membasahi pipiku.
“aku lelah jadi anak nakal” suarakupun mulai berubah sesenggukan, mungkin mak mulai merasakan aku memang benar-benar ingin kembali sehingga beliau hanya menutup telephonnya dan meminta agar diselesaikan baik-baik.
Tidak berhenti sampai disitu, setiap hari dia menghubungiku dan meminta agar hubungan ini tidak diakiri, tapi ini sudah keputusanku Ya Allah, mudahkan jalanku untuk kembali kepadamu, aku lelah, aku lelaahhh,,, hatiku selalu menjerit, tiba-tiba satu sms melayang diponselku,
“Ada apa kamu dengan pacarmu? “ haaah, kulempar segera hpku, kenapa semuanya menanyakan hal demikian, kenapa sampai-sampainya mengikut sertakan keluargaku. Sabaarrr fitri,,, ku coba tenangkan hatiku, ku raih hpku dan mulai kupencet huruf demi huruf untuk menjawab sms dari masku yang ada di Surabaya,
“aku lelah mas, aku lelah jadi anak nakal” kembali butiran air menetes di pipiku, teringat akan semua kesalahanku dimasa lalu ketika air mata mamak menetes karena ulahku yang diluar batas, ya allah, masih mampukah aku mencium surgamu, aku bahkan pernah membuat orang tuaku menangis dan itu adalah ibuku. Aku lupa bahwa surga-Mu ada ditelapak kakinya. Ampuni hamba, ampuni hamba, kini tiada hari tanpa menyesali semua masalaluku.
Tanpa disangka kuasa Allah mendengar keluh kesahku, kembali masku mengirimkan satu pesan untukku,
“ Yo, tak ewangi putus tapi ojo pacaran. Nek sampek pacaran meneh tak rabekne awakmu. Alhamdulillah adikku tobat” (ya, tak bantu kamu putus, tapi kalau kamu pacaran lagi tak nikahkan kamu. Alhamdulillah adikku taubat). Kata masku yang membuatku seperti tersiram air es. Seketika itu aku bersujud dan menangis ya Allah terimakasih telah mengijinkan aku  kembali. 
***
Setelah malam itu, dia sudah mulai jarang mengirimkan pesan dan akupun mulai konsen dengan proses hijrahku serta aku sungguh sangat bersyukur karena dikirimkan seseorang yang mengajakku kembali. Seperti halnya mas gagah yang mampu membuat gita hijrah, dialah mas gagahku yang mampu membuatku kembali. Kamipun semakin dekat, banyak sekali ilmu yang aku peroleh darinya terutama masalah agama dan setiap malamnya dia selalu menemaniku bekerja lewat sms-smsnya bahkan terkadang dia menungguku selesai bekerja baru mematikan Hpnya walaupun semua pekerjaannya telah usai. Akupun mulai mengaguminya lewat do’a, aku tak mampu berkata karena aku sadar aku sungguh belum pantas untuknya Ya Allah yang maha segalanya, engkaulah dzat yang mampu membolak-balikkan hati aku tau pacaran tidaklah halal untukku bahkan aku tau Engkau sangat merindukanku sehingga kau kirimkan hidayahmu melalui Dia. Tak pantas hati ini meminta dengan noda yang masih tersisa, apakah salah jika hati ini suka? Apakah salah jika hati ini terpaut padanya. Ya Allah ijinkan hamba untuk mampu menjaga cintaku kepada-Mu tanpa terkotori cinta insani yang mampu membuat-MU cemburu, jika memang Dia jodohku pertemukan kami diwaktu yang tepat, saat yang tepat dan hati yang tetap.Aamiin…
Hari pun terus berlalu, begitupun dengan proses kembaliku. Tak disangka beberapa hari tak ada kabar dari mas gagahku, aku rindu walau aku tau itu salah. Tak nampak parasnya di forum atau dikelas, bahkan sesekali aku bertanya kepada temannya tapi tak ada yang tau keberadaannya karena sms atau telephone pun tak ada respon darinya. Aku mulai gelisah dan resah mungkinkah aku salah ya allah, sehingga engkau pisahkan kami secara tiba-tiba atau mungkinkah engkau iri karena ada sedikit rasa suka kepadanya, jauhkan kalau memang seharusnya jauh. Air matapun mulai bercucuran, haruskah tanpa ada kabar atau pesan selamat tinggal? Aku kawatir mas. Dering hpku berbunyi sehingga memabangunkan aku dari lamunanku,
“maaf mbk, baru ada pulsa. Aku berhenti kuliah dan kembali ke kampung. Mbknya harus tetap ngaji ya! Nanti saya sampaikan ke mas muh biar ngajinya ada lagi, tanpa aku yang pentingkan tetap ada guru” kubaca berkali-kali nama pengirimnya dan memang benar itu mas gagahku, tetap ngaji? Bahkan pesannya pun tetap sama seperti biasanya, ya allah pertemukan hamba kelak dengan seorang yang mampu mengingatkan hamba untuk tetap beribadah kepadamu. Setelah sms ini, dia sudah mulai jarang mengirim pesan bahkan sama sekali tidak pernah. Terkadang ada rindu, tapi aku menguatkan hatiku untuk tidak lengah, karena syaiton akan tertawa terbahak-bahak jika aku lengah. Setiap hariku selalu terpenuhi dengan kegiatan-kegiatan yang semakin mendekatkan diriku kepadanya, sehingga aku mampu sedikit demi sedikit melupakan mas gagahku, sampai suatu ketika aku meluruskan niatku untuk menjadi seorang penghafal Al-Qur’an dan inilah aku yang kembali karena mas gagahku.
Allahummajalni khafidotal Qur’an daaiman, Amiiin…


Kediri, 09-03-2015

0 comments:

Post a Comment

 
AZ-ZHAFIROH Blogger Template by Ipietoon Blogger Template