Malam ini kamu hadir lagi, dengan sejuta pesonamu yang sangat mengusik setiap langkah kaki yang sedang mendaki. kamu yang disana, yang punyai segalanya, yang tau akan cinta terhadap robbinya dan ketika ku tatap diriku muncul dalam benak,,,
siapa aku?
berani menaruh harapan pada dirimu, yang mungkin menoleh terhadaku pun perlu berfikir panjang, kamu punya segalanya yang tidak dipunyai orang lain, kamu punya cinta, cita dan harapan. sedangakan aku??? hahaha,,, berjalan saja masih menggunakan tongkat, tongkat yang tidak pernah diketahui orang lain selain aku dan Dia, iya dia sang pencipta bumi dan isinya.
Apa yang dapat diperbuat olehku, aku yang sangat kecil, aku yang tak punya nyali selain memasrahkan semua pada ilahi, masalalu yang sangat menjijikan sungguh memutuskan harapanku dapat bersanding dengamu, kamu yang merubah segalanya, masih sangat teringat jelas kata-katamu yang menunjukan betapa buruknya aku, masih belum bisa merubah kebiasaan yang tidak pantas itu, bodohnya aku yang memimpikan menjadi muslimah sejati tapi tidak mau merubah diri, terimaksih kamu yang memberiku sedikit paparan tentang bagaimana seharusnya seorang muslimah itu, terimakash dan jangan pernah bosan mengajariku tentang kalam ilahi yang memangnya yang seharusnya berdendang di mulut setiap hambanya, terimaksih mau hadir dalam malam-malamku, sehingga membuaku mengoreksi diri untuk menjadi lebih baik, terimasih untuk semuanya dan terimaksih karena mengingatmu menjadikan aku lebh menengok ke semua dosa-dosaku serta membuatku menangis di setiap malamku memohon agar seandainya kau jodohku semoga allah mendekatkan kita tapi kalau tidak aku berharap dapat melupakanmu seperti sebelumnya ketika seseorang menggagu malamku. banyak yang datang dan pergi dan hanya menjadikan singgahan saat nyaman enggal menempat pada diri mereka, tapi harapanku tetap jalan seperti biasa tanpa mengubah semuanya, dan semoga ada saatnya kau yang kudambakan dapat menjadi imam dalam kehidupanku nanti.
Sunday, 19 October 2014
Sunday, 28 September 2014
AKU INGIN SEPERTIMU
Kala
malam tiba
Aku
bersandar pada sang pencipta
Yang
menjadikan bumi dan isinya
Yang
mengirimkan malaikat tanpa sayap tepat di depan mata
Dialah
bunda
Manusia
setengah dewa, yang mengajari tentang dunia
Memberikan
semuanya tanpa berharap jasa
Pahlawan
yang berharga dengan penuh pancaran surga
Tanpamu
aku tiadalah guna
Terhempas
angin tanpa arah dan tujuan
Aku tak yakin apa aku dapat membalasmu
Yang
sering hanya dapat membatahmu
Bukan
sekali bahkan berkali-kali
Ku
buat linangan air di pipimu
Aku
tak pernah berfikir
Bagaimana
kau dulu membopongku
Bagaimana
kau menghapus air mataku
Kenapa
aku baru menyadarinya?
Kenapa
aku baru menyadari bahwa kaulah segalanya
Kaulah
satu-satunya yang harus aku bangga
Aku
ingin sepertimu
Yang
tidak mempunyai lelah dalam lelah
Yang
tidak mempunya keluh dalam kesah
Yang
tidak mempunyai sedih dalam susah
Aku
ingin sepertimu
Yang
selalu mempunya canda dan tawa
Yang
mempunyai banyak cara agar aku bahagia
Aku
ingin sepertimu
Yang
bisa menjadi pelipur kala lara
Yang
kuat lebih dari baja
Aku
ingin sepertimu
Yang
selalu berdiri tegak menjadi penyangga
Aku
ingin sepertimu
Yang
Rosulpun memuliakanmu
Aku
ingin sepertimu
Yang
punya sabar tiada batas
Yang
punya tabah tanpa gegabah
Aku
ingin sepertimu
Yang
Ridhomu adalah Ridho Allah
Yang
murkamu adalah murka Allah
Aku
ingin sepertimu
Bunda…
KAPAN AKU BERANI MENGATAKAN?
Tak
pernah terbayang dalam anganku
Menuliskan
kata untukmu
Egois
menjadi raja yang berkuasa
Aku
malu, bahkan sungguh malu dan sangat malu
Berucap
sayangpun tak pernah
Bunda,
bodohnya aku
Yang
tidak menjadikanmu orang pertama
Padahal
kau selalu yang pertama
Dan
kata itu
Dan
kata itu untuk orang yang salah bunda
Dan
kenapa aku baru menyadarinya
Dan
kenapa aku baru mengerti semuanya
Akan
lelahmu yang engkau sembunyikan
Akan
kesahmu yang tak pernah engkau keluhkan
Akan
makan yang kadang engkau tunda
Akan
sakit yang tak pernah engkau rasa
Kenapa
aku baru menyadarinya bunda?
Kenapa?
Ketika
tuamu tiba
Ketika
linu yang sering melanda
Ketika
engkau sering berbaring hanya karena nanda
Ketika
aku tak tau kapan hari itu tiba
Hari
dimana tak ada tempatku bersandar
Hari
dimana tak ada tempat untuk melepas penat
Hari
dimana tak dapat kuliat senyum manismu
Hari
dimana tak ada yang menungguku di depan pintu
Hari
dimana tak ada yang mengingatkanku
Hari
dimana kain kafan membalutmu
Aku
tak inginkan itu bunda
Aku
tak inginkan itu tiba bunda
Aku
ingin mengelak
Tapi
apa daya aku hamba yang hanya bisa meminta
Bunda
aku tak tau apa keinginan terbesarmu
Satu
yang belum bisa kupersembahkan untukmu
Tapi
apakah aku bisa mengalahkan egoku?
Kapan
aku bisa mengatakan itu bunda?
Kapan
aku punya nyali?
Kapan
aku bisa menghapus malu yang masih menyelimuti diri?
Kapan
aku berani untuk ungkapkan bunda
Kapan
bunda, kapan?
Kapan
aku berani katakan?
aku
sayang bunda, aku sayang bunda
dan
sangat sayang bunda
Jalanmu
Kini aku tau kenapa kau melarangku, kini aku mengerti kenapa kau sangat marah dan tidak suka dengannya. Semua jawaban itu sudah terpangpang jelas ayah, aku menyesal bahkan sangat menyesal kenapa aku tidak mendengarkan semua perkataanmu. Kini aku hanya dapat dilumuri sesal dan tidak tau apa yang akan terjadi ke depan. Seperti memandang suram ke depan dan sedikitpun aku tak berani mengatakan sejujurnya kepada semuanya, memandang diriku sendiri saja aku malu, tapi satu keyakinnanku yang memperbaiki diri pasti akan bertemu pula orang yang memperbaiki diri.
Sudah beberapa bulan aku mencoba untuk bangkit ketika jalan Allah yang aku pilih, hubungan 5 tahun bukanlah sebentar, dia selalu menuruti bahkan memberi apa yang aku inginkan apa yang aku mau. Gengsi mengalahkan segalanya tak tau itu dosa atau tidak, tak pernah ku dengar apa kata ayah bunda, salah pergaulan tepatnya membuat aku lupa semuanya, aturan akan agama bahkan pendidikan pesantren yang aku jalani 3 tahunpun tidak ada artinya. 5 tahun aku jalani hubungan yang dilarang agama bukan hanya itu berbohong menjadi kebiasaan. Tidak bisa dihitung berapa banyak aku membuat orang tuaku menangis hanya karena seorang laki-laki yang tidak jelas pasti, pernah suatu ketika bunda memang benar-benar sangat marah karena aku menuruti laki-laki yang saat itu menjadi pacarku mengikuti suatu kegiatan hingga larut malam, aku tak pernah berfikir betapa bingungnya beliau, aku tak pernah berfikir bagaimana perasaannya, aku turuti keinginanku tanpa melihat orang yang memperjuangkanku. Tapi, semua berakir ketika aku mulai 1 tahun bekerja dan mulai memasuki dunia perkuliahan, ketika aku bertemu dengan orang-orang membuatku iri akan kesungguhnya untuk menjadi muslimah sejati. Seorang ustad berkata "Orang yang memperbaiki diri pasti akan bertemu dengan orang yang memperbaiki diri pula, jadi udah putuskan saja," kata itu membuatku benar-benar tersentak. Sudah lama semenjak aku mengenal seorang teman yang berdiri tegak dengan keteguhan imannya, ingin rasanya memutuskannya tapi masih belum berani tapi ketika aku mendengar ceramah ustad tadi langsung tanpa basa-basi aku memutuskan semuanya, begitu rumit untuk pertamanya karena memang dia tidak bisa menerima semuanya, tapi entahlah kuasa Allah yang menjawab semuanya, kini tinggal memsrahkan semuanya dan proses untuk semakin mendekatkan diri kepadanya. Biarkan Allah yang menjawab, aku yakin akan kekutannya dan ketika pikiran terganggu oleh dunia yang semua cukup menadahkan tangan dan memohon kepadanya, bukan hanya sekali bahkan berkali-kali Allah menjawab semuanya tapi anehnya kenapa aku beru menyadarinya.
faiinamaal usri yusro, inna maal usri yusro,,,,
subhannallah sungguh
fabiayyi ala irobbikuma tukaddiban.
Sudah beberapa bulan aku mencoba untuk bangkit ketika jalan Allah yang aku pilih, hubungan 5 tahun bukanlah sebentar, dia selalu menuruti bahkan memberi apa yang aku inginkan apa yang aku mau. Gengsi mengalahkan segalanya tak tau itu dosa atau tidak, tak pernah ku dengar apa kata ayah bunda, salah pergaulan tepatnya membuat aku lupa semuanya, aturan akan agama bahkan pendidikan pesantren yang aku jalani 3 tahunpun tidak ada artinya. 5 tahun aku jalani hubungan yang dilarang agama bukan hanya itu berbohong menjadi kebiasaan. Tidak bisa dihitung berapa banyak aku membuat orang tuaku menangis hanya karena seorang laki-laki yang tidak jelas pasti, pernah suatu ketika bunda memang benar-benar sangat marah karena aku menuruti laki-laki yang saat itu menjadi pacarku mengikuti suatu kegiatan hingga larut malam, aku tak pernah berfikir betapa bingungnya beliau, aku tak pernah berfikir bagaimana perasaannya, aku turuti keinginanku tanpa melihat orang yang memperjuangkanku. Tapi, semua berakir ketika aku mulai 1 tahun bekerja dan mulai memasuki dunia perkuliahan, ketika aku bertemu dengan orang-orang membuatku iri akan kesungguhnya untuk menjadi muslimah sejati. Seorang ustad berkata "Orang yang memperbaiki diri pasti akan bertemu dengan orang yang memperbaiki diri pula, jadi udah putuskan saja," kata itu membuatku benar-benar tersentak. Sudah lama semenjak aku mengenal seorang teman yang berdiri tegak dengan keteguhan imannya, ingin rasanya memutuskannya tapi masih belum berani tapi ketika aku mendengar ceramah ustad tadi langsung tanpa basa-basi aku memutuskan semuanya, begitu rumit untuk pertamanya karena memang dia tidak bisa menerima semuanya, tapi entahlah kuasa Allah yang menjawab semuanya, kini tinggal memsrahkan semuanya dan proses untuk semakin mendekatkan diri kepadanya. Biarkan Allah yang menjawab, aku yakin akan kekutannya dan ketika pikiran terganggu oleh dunia yang semua cukup menadahkan tangan dan memohon kepadanya, bukan hanya sekali bahkan berkali-kali Allah menjawab semuanya tapi anehnya kenapa aku beru menyadarinya.
faiinamaal usri yusro, inna maal usri yusro,,,,
subhannallah sungguh
fabiayyi ala irobbikuma tukaddiban.
Sunday, 14 September 2014
14 Sep 14 (20th)
Pagi ini ku buka mataku dari bayang-bayang mimpi yang masih menghantui. Ku ambil air wudhu kemudian q raih handphone yang ada di depan tempat sujudku, alangkah syoknya 9 panggilan tak diharapkan dan beberapa pesan di spam, ah,,, berhubung itu tidak diharapkan jadi ya tidak ku anggap pusing. Tapi ketika ku cek pesan di inboxku,
hmmm,,, 14 Sep 14
Stau qw ada yang ulng tahn ni,. :)
Hppy Birth Day.,
Smga smua yang baik" semakin bertambah, dbri pnjang umur dn smga sllu di bri kkuatan untk bribdah., Amiin.,
begitulah isi pesannya. setelah beberapa hari tak ada surat melayang di hpku darinya. Bahagia itu sangat sederhana, ketika kita terbangun dari tidur dengan senyum karena snyumlah awal semuanya.
Saturday, 13 September 2014
Palestina
Kali ini q torehkan lagi tentangmu
iya tentangmu palestina
yang menuai banyak cerita
dengan beribu tanya
yang nyata bukan khayal semata
Bumiku palestina tinggal tanah saja
tak ada Tv yang dapat aku tonton
sehingga hanya kupandangi komputer di dpanku
yang menunjukkan gambar kebiadaban zionis laknatulloh itu
Ku pandangi mereka yang tersayat
mereka yang menjerit, mereka yang menangis, mereka yang tak henti mengagungkan namanya
tanyaku dalam hati
Tidakkah kau lelah?
Apakah ini adil?
Apa sebenarnya rahasia Allah di balik ini semua
Ohh,,, Palestina
bersabarlah akan tiba masanya
Allah menjawab doa kalian
iya tentangmu palestina
yang menuai banyak cerita
dengan beribu tanya
yang nyata bukan khayal semata
Bumiku palestina tinggal tanah saja
tak ada Tv yang dapat aku tonton
sehingga hanya kupandangi komputer di dpanku
yang menunjukkan gambar kebiadaban zionis laknatulloh itu
Ku pandangi mereka yang tersayat
mereka yang menjerit, mereka yang menangis, mereka yang tak henti mengagungkan namanya
tanyaku dalam hati
Tidakkah kau lelah?
Apakah ini adil?
Apa sebenarnya rahasia Allah di balik ini semua
Ohh,,, Palestina
bersabarlah akan tiba masanya
Allah menjawab doa kalian
Rindukan Sosokmu
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dll,
diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, 17 agustus 1945
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno- Hatta
Gelegar teriakmu bapakku, aku tidak pernah mengenal
sosokmu bahkan aku dulu sungguh buta akan sejarah dan tidak mau tau akan sejarah. Lambat laun aku sadar aku rinduan sosokmu bapak, sosok yang disegani ditakuti
oleh banyak Negara di dunia.
Bapak ketika aku putar kembali sedikit memory dahulu, aku
sungguh rindukan sosokmu bapak, aku takut penjajah itu kembali, aku takut Indonesiaku bapak. Taukah
kau bapak??? Ketika mulai aku temukan sosok yang mempunya wibawa sepertimu,
ditakuti dan disegani oleh dunia. ech, malah Allah berkata lain untuk negeriku
ini. Bapak Soekarno adakah sosokmu di tahun 2014 ini ya, kadang terlintas dalam
benakku bagaimana Indonesia 5 tahun ke depan. Bagaimana kalau papua mendirikan Negara
sendiri, bagaimana bapak???
Sunggu aku rindukan sosokmu untuk Indonesiaku
Tuesday, 9 September 2014
Ada Bayangmu Dalam Anganku
Ada bayangmu dalam anganku
Menuai banyak cerita, dengan penuh cinta
Mendendangkan beribu kata
Tentang semua isi di jiwa
Ada bayangmu dalam anganku
Ada bayangmu dalam anganku
Menuai banyak cerita, dengan penuh cinta
Mendendangkan beribu kata
Tentang semua isi di jiwa
Ada bayangmu dalam anganku
Kala aku tertipu akan pesonamu
Menorehkan ungkapan rasa
Ada bayangmu dalam anganku
Di setiap langkah Gerak kakiku
Ada bayangmu dalam anganku
Berdiri tegak di depan kaca mataku
Ada bayangmu dalam anganku
Mendorong kemelut ingin memint
Ada bayangmu dalam anganku
Membuat tersenyum kala asa
Membuat tetes kala bahagia
Kamu dan bayangmu ada di anganku
di anganku ada kamu dan bayangmu
Ada kamu dan bayangmu di anganku
Kediri, 09-09-2014 (08.45)
KATA
Kata,,,
Berkembang semaunya
Berjalan sesuai Keinginannya
Kata,,,
kau punya siapa saja
Di bolak-balik pun kau tetap kata
Mewakili hati menuai rasa
mulut bungkam, penapun jalan
Setiap bagianmu mewakili isi nurani
Berkarya menghasilkan cipta
Menenangkan siapa saja
Berkembang semaunya
Berjalan sesuai Keinginannya
Kata,,,
kau punya siapa saja
Di bolak-balik pun kau tetap kata
Mewakili hati menuai rasa
mulut bungkam, penapun jalan
Setiap bagianmu mewakili isi nurani
Berkarya menghasilkan cipta
Menenangkan siapa saja
Monday, 8 September 2014
AKU KEMBALI
Tidak ada lagi dering ponsel
Tidak ada lagi kata kencan
sepipun menjadi teman
tapi tahukah engkau
Aku yakin Robbi
Ini belokan ke kanan bukan ke kiri
Ke yang Haq bukan yang batil
Aku kembali Robbi
Menumbuhkan cintaku yang lama tergadaikan
Aku kembali Robbi
Menyerahkan asa bahagiaku dengan mengadahkan tangan
Aku kembali Robbi
Menyerahkan tetes penyesalan
Aku kembali robbi
Menanamkan Kasih dengan sejuta sayang
Hampa pasti terbayar
Jalanmu adalah pilihan
Aku kembali robbi
Menjadi diri sendiri bukan suruhan
Aku kembali Robbi
Berjalan maju menatap masa depan
Tapi Robbi, Adakah setitik cahayamu
Yang menyakinkan aku terus akan penyesalan
Karenamu Robbi
Aku menjadi aku
Karenamu Robbi
Senyum lebar menjadi hiasan
Dan sekolahpun di Jalanan
Menanamkan syukur bukan kufur
Terimakasih Robbi
Aku bahagia memilihmu menjadi penuntunku
Yakinkan aku akan satu hadiah terindahmu
Kala tiba waktunya
Kau pertemukan aku dengannya
Yang menuntunku selalu berjalan
Meraih Ridho dan ampunan
Kediri, 08-09-2014 (09:13 PM)
Subscribe to:
Posts (Atom)

